Prabowo Sebut Laba BUMN Melonjak, Semen Indonesia hingga 400 Persen

Prabowo Sebut Laba BUMN Melonjak, Semen Indonesia hingga 400 Persen

ENERGIKITA.COM — Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah BUMN berhasil membalikkan kinerja keuangan dari rugi menjadi untung, dengan pertumbuhan laba rata-rata dua digit. Capaian itu disampaikannya dalam sambutan di HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, Jumat (18/9/2026).

Presiden Prabowo Subianto membeberkan daftar BUMN yang mencatat kenaikan laba signifikan. Angka tertinggi datang dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang disebut tumbuh hingga 400%.

Prabowo menilai pencapaian itu menjadi bukti perbaikan kinerja perusahaan pelat merah di bawah pemerintahannya. Ia menyampaikan hal tersebut di hadapan peserta peringatan HUT ke-28 PAN.

Dari Pupuk Indonesia sampai Pegadaian

PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi salah satu contoh yang disorot Prabowo. Perusahaan yang sebelumnya merugi itu kini mencatat kenaikan keuntungan 252%.

"PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252%. PT Pupuk Indonesia naik," ujar Prabowo, dikutip dari YouTube PAN TV.

PT Perkebunan Nusantara (Persero) juga mencatat pertumbuhan laba 54%. Sementara PT Pertamina (Persero) membukukan kenaikan laba 86%.

"Pertamina untungnya naik 86%," tegasnya.

Dua BUMN lain yang disebut adalah PT Pegadaian dengan kenaikan laba 84% dan PT Semen Indonesia yang melonjak hingga 400%.

Danantara dan Konsolidasi Kekayaan Negara

Prabowo juga menyinggung peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Menurutnya, lembaga itu berhasil meningkatkan kekayaan Indonesia melalui konsolidasi aset negara.

"Indonesia punya sekarang Danantara, kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan, dan penghasilannya dalam satu setengah tahun naik 400%," pungkasnya.

Lonjakan laba di sektor semen, pupuk, energi, dan perkebunan menunjukkan perbaikan di sektor riil dan komoditas. Bagi industri, kinerja BUMN yang membaik berpotensi menjaga pasokan bahan baku dan stabilitas harga di pasar domestik.

Pemerintah belum merinci periode pembukuan yang menjadi dasar angka-angka tersebut. Namun klaim pertumbuhan dua digit ini menjadi sinyal arah kebijakan konsolidasi BUMN yang terus dijalankan lewat Danantara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index