Volvo Uji Truk 60 Ton di Tambang Nikel, Bidik Hemat Biaya 10,3%

Volvo Uji Truk 60 Ton di Tambang Nikel, Bidik Hemat Biaya 10,3%

ENERGIKITA.COM — Volvo Trucks Indonesia menyiapkan truk FMX Edge bermuatan hingga 60 ton untuk diuji coba di tambang nikel, dengan target menekan biaya operasional sekitar 10,3%. Uji coba ini menjadi tahap awal sebelum perusahaan mempertimbangkan pemasaran lebih luas pada 2027. Kendaraan ini diposisikan untuk mengerek produktivitas angkut material tambang tanpa menambah jumlah pengemudi.

Volvo Trucks Indonesia memperkenalkan FMX Edge lewat ajang Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Kendaraan ini dirancang dengan gross vehicle weight (GVW) hingga 77 ton dan kapasitas muatan mencapai 60 ton. Angka itu jauh di atas truk tambang konvensional yang biasa beroperasi di Tanah Air.

Spesifikasi dan Rencana Uji Coba

FMX Edge diperkenalkan Indomobil Group CV & HE bersama Volvo. Uji coba di tambang nikel akan menjadi tahap awal sebelum perusahaan mempertimbangkan pemasaran kendaraan tersebut secara lebih luas pada 2027.

Direktur CV&HE Indomobil Group Bambang Prijono SP menyatakan lokasi tambang yang menjadi tempat pengujian belum ditetapkan untuk diumumkan. Volvo juga belum menentukan target penjualan. Hasil uji lapangan akan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran berikutnya.

Hitung-hitungan Efisiensi Biaya

Berdasarkan kalkulasi internal Volvo, kapasitas angkut yang lebih besar dapat meningkatkan efisiensi biaya. Satu kendaraan mampu membawa lebih banyak material dalam satu perjalanan tanpa penambahan jumlah pengemudi maupun mesin.

"Total biaya operasionalnya bisa hemat sekitar 10,3% karena muatannya lebih banyak, sementara pengemudi dan mesinnya tetap satu," ujar Bambang.

Dengan muatan yang lebih besar, produktivitas dan efisiensi pengangkutan material dinilai akan ikut naik. Bambang menegaskan hal itu saat memperkenalkan kendaraan tersebut.

Mengapa Tambang Nikel Jadi Ajang Uji

Tambang nikel menjadi pilihan karena aktivitas angkut material di sektor ini berjalan intensif setiap hari. Hilirisasi nikel yang terus berjalan membuat kebutuhan alat angkut berkapasitas besar semakin tinggi.

Selama ini, efisiensi operasional di tambang kerap terganjal rasio antara muatan dan jumlah perjalanan. Truk dengan kapasitas lebih besar berpotensi memangkas jumlah ritase tanpa menambah armada maupun tenaga kerja.

Keberhasilan uji coba di tambang nikel akan menentukan arah pemasaran Volvo di pasar truk tambang Indonesia. Jika hasilnya sesuai target, FMX Edge bisa menjadi opsi baru bagi operator tambang yang mengejar efisiensi biaya di tengah tekanan harga komoditas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index