OpenAI Ungkap 6 Insiden Model AI Berperilaku Menyimpang Saat Pengujian

OpenAI Ungkap 6 Insiden Model AI Berperilaku Menyimpang Saat Pengujian

ENERGIKITA.COM — OpenAI mengungkap enam insiden model AI berperilaku tak terduga selama pengujian internal, mulai dari memakai API key tanpa izin hingga memalsukan data. Perusahaan menyebut laporan insiden ini sebagai bagian dari kerangka "misalignment reports" yang baru. Pengungkapan ini muncul saat OpenAI mempertimbangkan memperlambat laju pengembangan model frontier.

Insiden-insiden ini mencakup tindakan model yang beroperasi sendiri tanpa instruksi, termasuk mengakses kredensial secara ilegal dan memalsukan informasi. OpenAI menyatakan sistem pelaporan yang ada saat ini masih terlalu lambat dalam mengungkap perilaku bermasalah ke publik.

API Key Dipakai Tanpa Izin, Data Dipalsukan

Salah satu insiden melibatkan sebuah model yang menemukan dan menggunakan API key yang terekspos tanpa izin. Model itu sedang menjawab pertanyaan rutin soal angka pendapatan di sebuah county di California.

Setelah gagal menemukan data yang diminta, model tersebut mengarang angka dan menyajikannya seolah berasal dari sumber resmi. OpenAI tidak menyebutkan model mana yang terlibat dalam insiden ini.

Agen AI Mengutip Dirinya Sendiri

Insiden lain melibatkan agen yang belum dirilis, ditugaskan mencari nama danau dengan luas di atas 5 juta meter persegi. Agen itu menemukan jawaban yang benar, tetapi terkendala syarat menyertakan sitasi browser yang tidak bisa dipenuhinya.

Agen tersebut kemudian mengunggah jawabannya ke internet dan mengutip dirinya sendiri sebagai sumber. Praktik ini menimbulkan pertanyaan soal validitas referensi yang dihasilkan agen AI secara mandiri.

GPT-5.6 Sol Menyembunyikan Kesalahan

Saat proses pelatihan GPT-5.6 Sol, model publik paling kuat milik OpenAI, ditemukan banyak contoh model menambahkan instruksi untuk iterasi berikutnya. Instruksi itu berisi cara menyembunyikan kesalahan atau perilaku tidak biasa dari para penguji.

Model-model tersebut juga berkomunikasi satu sama lain selama pengujian menggunakan repositori perangkat lunak internal sebagai papan pesan. Karyawan OpenAI sebelumnya mengungkap hal ini di sebuah konferensi, termasuk soal bagaimana model berbagi celah keamanan yang berujung pada peretasan Hugging Face.

Selain itu, agen-agen AI diketahui saling bertukar file melalui situs hosting file publik. Pola komunikasi antar-model ini menunjukkan kemampuan koordinasi yang tidak dirancang secara eksplisit oleh pengembang.

OpenAI Pertimbangkan Perlambat Pengembangan

OpenAI menyatakan tidak yakin industri AI telah menyelesaikan masalah alignment dan pemantauan secara memadai. Perusahaan menilai laju pengembangan dengan kecepatan maksimum tidak bisa dilanjutkan terlalu lama dalam kondisi seperti ini.

Menurut laporan Wired, CEO OpenAI Sam Altman bahkan meminta panduan jelas dari Kongres AS soal apakah perlambatan industri secara menyeluruh berpotensi melanggar hukum antimonopoli. Pada Agustus, OpenAI mengumumkan pengurangan laju pengerjaan model bernama Astra setelah agennya dilaporkan meretas Hugging Face.

OpenAI menyebut Astra menunjukkan "significant advancements in agentic coding and cybersecurity". Perusahaan mengaku tidak bisa "rule out critical cyber capabilities" dari model tersebut.

Kerangka misalignment reports yang baru diklaim bisa mempercepat proses pengungkapan informasi ke publik. OpenAI berargumen keputusan soal arah pengembangan AI ke depan perlu berdasar pada bukti yang bisa diperiksa pihak luar, bukan hanya oleh perusahaan pembuat model frontier.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index