ENERGIKITA.COM — Tim medis RSCM memastikan siswi yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak mengalami gangguan fungsi otak. Pemeriksaan neurologis dan elektroensefalografi (EEG) menyimpulkan pasien atas nama Febiona Purba bisa kembali beraktivitas normal. Pasien juga menjalani penanganan psikiatri karena sempat kehilangan ingatan.
Neurolog anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Setyo Handryastuti, memeriksa langsung kondisi siswi tersebut. Pemeriksaan mencakup wawancara dengan pasien dan keluarga, pengkajian data perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga elektroensefalografi (EEG).
"Insya allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," kata Prof Handry, dikutip dari detikHealth, Rabu (16/9).
Penanganan Psikiatri dan Kondisi Terkini Pasien
Selain pemeriksaan saraf, Febiona mendapat penanganan dari tim psikiatri untuk menilai kondisi mental dan fungsi kognitifnya. Psikiater Tjhin Wiguna menyatakan kondisi pasien saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil.
"Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil," ucap Tjhin.
Dua anak diduga keracunan MBG, Febiona Purba dan Agnes Parulina, dirujuk ke RSCM pada Sabtu (12/9). Setibanya di Jakarta, keduanya ditempatkan di ruang rawat biasa dan tidak memerlukan perawatan intensif.
Kronologi Kehilangan Ingatan Menurut Keluarga
Ayah Febiona, Elvinus, menuturkan gangguan ingatan anaknya muncul setelah menjalani perawatan di rumah sakit daerah. Saat pertama dirawat, Febiona belum menunjukkan gejala tersebut dan kondisinya normal sepulang dari rumah sakit umum.
"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," kata Elvinus pada Senin (7/9), dikutip detikSumut.
Menurut laporan Elvinus, Febiona sempat tidak mengenali orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan teman sekelas. Ia baru mengetahui gangguan ingatan itu ketika anaknya sudah dirawat inap.
Respons Pemerintah Pusat dan Daerah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk memeriksa kedua pasien. Langkah itu disebut mengikuti arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau korban saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
Keberangkatan pasien ke Jakarta diantar Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Rujukan ke RSCM salah satunya karena Febiona diduga mengalami hilang ingatan usai mengonsumsi MBG.
Hasil pemeriksaan RSCM memastikan tidak ada kerusakan fungsi otak pada pasien. Meski begitu, tim medis masih memantau perkembangan kondisi psikologis Febiona hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.