ENERGIKITA.COM — Tim penyelam Kopaska dan Dislambair TNI AL mengamankan sejumlah barang bukti dari bangkai KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, untuk mendukung investigasi KNKT. Operasi pencarian korban masih berlanjut dengan perluasan area penyisiran, sementara 129 orang dari 243 penumpang belum ditemukan hingga Rabu malam.
Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersama Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI Angkatan Laut menemukan bukti baru di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Temuan itu diserahkan untuk memperkuat investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan kapal tersebut.
Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menyatakan tim penyelam menemukan sejumlah barang bukti pada operasi hari keempat, Rabu, 16 September 2026 malam. Penyemalan dilakukan di sekitar badan kapal yang kini dalam kondisi terbalik.
Barang Bukti Diserahkan ke KNKT
Galih menegaskan temuan lapangan itu bakal menjadi bahan penting bagi KNKT untuk memetakan kondisi kapal usai kecelakaan. "Temuan tersebut akan menjadi bahan bagi KNKT dalam proses investigasi untuk mengetahui kondisi kapal setelah mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo," ujarnya.
Tim penyelam mendokumentasikan dan mengamankan setiap bukti sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sekitar titik tenggelam kapal guna mencari korban yang masih hilang.
Kronologi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026 dengan 243 orang di dalamnya. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026 pukul 02.00 Wita.
Hingga Rabu pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
129 Penumpang Masih Dicari
Dari total 243 orang dalam manifes kapal, masih ada 129 penumpang yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan mengerahkan penyisiran lebih luas di sekitar lokasi tenggelam untuk mempercepat pencarian.
Operasi penyelaman TNI AL dan pencarian Basarnas berjalan paralel di perairan Masalembo. Bukti yang diamankan penyelam diharapkan memberi kejelasan soal penyebab kapal terbalik sebelum KNKT merampungkan laporan investigasinya.