Kemnaker dan KLH Kembangkan Green Jobs untuk Perlindungan Ozon

Kemnaker dan KLH Kembangkan Green Jobs untuk Perlindungan Ozon

ENERGIKITA.COM — Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan 99 unit peralatan pelatihan refrigerasi dan tata udara ke 14 balai pelatihan vokasi. Hibah ini menandai penguatan kompetensi teknisi pendingin dalam transisi ekonomi hijau yang menyasar tenaga kerja dari Aceh hingga Sorong.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan transisi menuju ekonomi hijau menuntut kesiapan tenaga kerja yang menguasai teknologi sekaligus memahami aspek lingkungan. Ia menyoroti operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin sebagai lini depan dalam perubahan ini.

Pernyataan itu disampaikan Yassierli dalam Puncak Perayaan Hari Ozon Sedunia 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, momentum peringatan tersebut menjadi titik akselerasi kesiapan tenaga kerja menghadapi transisi hijau.

Hibah 99 Unit Peralatan untuk 14 Balai Pelatihan

KLH/BPLH menyerahkan secara simbolis 99 unit peralatan pelatihan refrigerasi dan tata udara kepada Kemnaker. Peralatan itu akan dipakai mendukung pelatihan tenaga kerja di 14 Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.

Balai-balai tersebut tersebar dari Aceh hingga Sorong. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat menjelaskan pembagian peran kedua kementerian dalam program ini.

"Karena sekarang teknologinya sudah baru, maka perlu pelatihan ulang. Kemnaker menyediakan tempat untuk melatih tenaga kerja, sementara kami menyediakan peralatannya," kata Jumhur.

Kompetensi Ramah Lingkungan bagi Teknisi Pendingin

Yassierli menegaskan tenaga kerja tidak cukup hanya dibekali keterampilan teknis. Wawasan lingkungan menjadi syarat agar pekerjaan dapat dijalankan secara berkelanjutan, terutama bagi teknisi bidang refrigerasi dan tata udara (RAC).

"Momentum Hari Ozon Sedunia pada hari ini kita jadikan untuk mengakselerasi kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi hijau. Salah satu yang menjadi lini depan adalah operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin," ujar Yassierli.

Ia menambahkan, teknisi RAC perlu memahami cara memilih dan mengoperasikan peralatan, termasuk memastikan zat-zat berbahaya bagi lingkungan tidak lagi digunakan. Hal itu disebutnya sebagai bagian dari komitmen Indonesia mengurangi kerusakan ozon.

Kolaborasi Sejak 2017 dan Standar Kompetensi

Kerja sama Kemnaker dan KLH/BPLH di bidang RAC berjalan sejak 2017. Cakupannya meliputi pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), penyusunan kurikulum dan skema pelatihan, hingga penguatan kompetensi tenaga kerja.

Menurut Yassierli, standar dan materi pelatihan terus dikembangkan agar relevan dengan perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara kompetensi pekerja dan kebutuhan industri.

Jumhur menjelaskan tenaga kerja hijau adalah pekerja yang menjalankan tugasnya dengan memperhatikan upaya mengurangi emisi dan dampak terhadap lingkungan. Pengembangan green jobs di sektor refrigerasi dan tata udara diharapkan memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi transisi hijau.

Program ini sekaligus mendukung upaya perlindungan lapisan ozon dan penerapan teknologi pendinginan yang berkelanjutan. Bagi teknisi di daerah, ketersediaan peralatan pelatihan di balai vokasi terdekat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualifikasi tanpa harus ke pusat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index