Nina Shaw dan Patricia Glaser Raih Penghargaan di L.A. Law Summit

Nina Shaw dan Patricia Glaser Raih Penghargaan di L.A. Law Summit

ENERGIKITA.COM — Patricia Glaser dan Nina Shaw menerima penghargaan bergengsi di ajang perdana Deadline's L.A. Law Summit yang digelar di markas Deadline, Los Angeles Barat. Glaser mendapat Visionary Award, sementara Shaw menerima Game Changer Award. Keduanya diakui atas kontribusi luas mereka bagi profesi hukum dan industri hiburan Hollywood.

Patricia Glaser dan Nina Shaw menjadi dua tokoh yang disorot dalam gelaran perdana Deadline's L.A. Law Summit. Acara ini mempertemukan para pengacara top, agen, kreator, dan eksekutif Hollywood untuk membahas isu-isu besar yang memengaruhi industri. Glaser merupakan founding partner Glaser Weil Fink Howard Jordan & Shapiro, sedangkan Shaw adalah founding partner Del Shaw Moonves Tanaka Finkelstein Lezcano Bobb & Dang.

Penghargaan untuk Dua Nama Besar

Glaser menerima Visionary Award, sementara Shaw diganjar Game Changer Award. Keduanya diperkenalkan secara terpisah, Glaser oleh Gali Grant dari Glaser Weil dan Shaw oleh pendiri Black List, Franklin Leonard. Sebelum sesi tersebut, Channing Dungey dari WBTV juga menyampaikan catatan pembuka.

Dalam pidatonya, Glaser menyoroti bagaimana persepsi publik terhadap kualitas kerja seorang pengacara di Los Angeles sangat menentukan karier.

"If you're perceived, and underline the word perceived, as good, the sky's the limit in Los Angeles," ujar Glaser di hadapan ruangan yang penuh. "It is truly a meritocracy, and we should be really proud of that."

Shaw menekankan pentingnya karakter dan kerja nyata di balik profesi hukum. Ia menyampaikan rasa hormatnya kepada komunitas hukum yang mendukung dunia seni.

"I'm honored to be part of a legal community that strives to make the world better by supporting the arts. While much of the work that we do is not known outside of these rooms, we know our contributions matter," kata Shaw.

Diskusi Panas Seputar AI hingga M&A

L.A. Law Summit perdana ini dibuka dengan kutipan dari JFK dan penghormatan untuk Roger Howard, partner Glaser Weil yang baru saja meninggal. Editor-in-Chief Deadline, Nellie Andreeva, membuka acara, sementara sesi-sesi dimoderatori oleh Executive Editor Dominic Patten, Political Editor Ted Johnson, dan Senior TV and Labor reporter Katie Campione.

Agenda hari itu mencakup diskusi tentang kekayaan intelektual (IP) di pasar multiplatform. Sesi ini menghadirkan Courtney Kemp, co-creator Power dan Nemesis, bersama Cheryl S. Chang dari Blank Rome, Chad R. Fitzgerald dari Greenberg Glusker, serta Nicolas Jampol dari Davis Wright Tremaine.

Topik M&A juga menjadi perhatian, dengan pembahasan yang menyinggung isu seputar ParaBros. Sesi ini melibatkan Cathleen Green dari Stubbs Alderton & Markiles, Carrie Casselman dari Davis Wright Tremaine, Chief Legal Officer WME Courtney Braun, dan CEO Macro Charles D King.

Setelah makan siang, diskusi berlanjut ke tema Creator Economy. Jack Whigham dari Range Media Partners, Ethan Cohan dari Del Shaw, Matt Dysart dari Greenberg Glusker, dan sutradara-produser peraih Emmy Anthony Hemingway membahas arti menjadi kreator di Hollywood abad ke-21.

Acara ditutup dengan sesi tentang fakta, fiksi, dan masa depan AI bagi industri dan masyarakat. Sesi ini menghadirkan Chief Compliance Officer dan Deputy General Counsel CAA Tammy Brandt, Jesse Levin dari Glaser Weil, serta Craig Weiner dari Blank Rome.

Dukungan dari Firma Hukum Terkemuka

Deadline's L.A. Law Summit perdana ini disponsori oleh sejumlah firma hukum besar. Di antaranya Blank Rome LLP, Davis Wright Tremaine LLP, Greenberg Glusker LLP, Del Shaw Moonves Tanaka Finkelstein Lezcano Bobb & Dang LLP, Glaser Weil Fink Howard Jordan & Shapiro LLP, dan Stubbs Alderton & Markiles LLP.

Liputan lanjutan dari acara ini dijadwalkan hadir pekan depan. Ajang ini menandai langkah Deadline memperluas cakupan ke ranah hukum hiburan yang selama ini jarang mendapat sorotan publik luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index