ENERGIKITA.COM — Situs Federal Register milik pemerintah Amerika Serikat diam-diam mencabut opsi pencarian berbasis model AI Qwen milik Alibaba. Langkah itu diambil setelah warganet menyoroti kontradiksi: lembaga arsip nasional AS memakai teknologi Tiongkok yang baru saja disebut FBI sebagai ancaman. Hingga kini, National Archives belum memberi penjelasan resmi soal pencabutan tersebut.
Federal Register, situs resmi yang menampilkan regulasi dan dokumen pemerintah Amerika Serikat, sempat memasang alat pencarian berbasis kecerdasan buatan dari Alibaba. Alat itu berasal dari model Qwen, salah satu keluarga model AI open source asal Tiongkok. Pencabutan dilakukan pekan ini setelah laporan Reuters menyoroti keberadaannya.
Seorang pejabat pemerintah AS menyebut alat tersebut telah dihapus dari situs. Perubahan ini terjadi setelah pengguna media sosial menemukan kejanggalan: National Archives, lembaga independen yang mengelola Federal Register, memakai model AI Tiongkok di saat aparat penegak hukum AS menuduh model serupa menyalin teknologi frontier Amerika secara ilegal.
FBI Sebut Alibaba Terlibat "Distilasi Skala Industri"
Badan Investigasi Federal (FBI) awal bulan ini menuding Alibaba termasuk enam perusahaan Tiongkok terkemuka yang melakukan apa yang mereka sebut "distilasi skala industri". Menurut FBI, praktik itu membantu pesaing terbesar Amerika memangkas biaya dan waktu pengembangan dalam perlombaan kepemimpinan AI global.
Distilasi sendiri merujuk pada teknik melatih model AI kecil menggunakan output model besar. Teknik ini lazim di industri, tapi FBI menuding perusahaan Tiongkok melakukannya tanpa izin dan dalam skala masif.
Belum jelas kapan persisnya National Archives mulai menawarkan opsi pencarian Qwen kepada pengunjung Federal Register. Fitur itu memungkinkan pengguna menelusuri komentar publik atas regulasi yang diusulkan.
National Archives Bungkam
National Archives, lembaga yang bertugas memperluas akses publik ke dokumen pemerintah federal, belum berkomentar soal pencabutan tersebut. Lembaga itu juga tidak menanggapi permintaan komentar dari Ars Technica.
Gedung Putih dan FBI pun belum memberikan pernyataan. Sikap diam ini menyisakan pertanyaan soal siapa yang memutuskan pemasangan alat AI Tiongkok di situs pemerintah AS, dan mengapa baru dicabut setelah ramai di media sosial.
Kontradiksi Kebijakan AI Washington
Insiden ini memperlihatkan celah dalam kebijakan AI pemerintahan AS. Di satu sisi, Washington gencar membatasi masuknya teknologi Tiongkok ke infrastruktur publik. Di sisi lain, lembaga di bawahnya masih memakai model open source dari perusahaan yang sama yang dituduh mencuri kekayaan intelektual.
Model Qwen dari Alibaba memang dirilis sebagai open source, sehingga siapa pun bisa mengunduh dan memasangnya. Sifat terbuka itu membuat pelacakan pemakaiannya di institusi pemerintah jauh lebih sulit dibanding produk komersial.
Bagi pengguna di Indonesia, kasus ini jadi cerminan bagaimana model AI open source bisa masuk ke layanan publik tanpa melalui pengadaan yang ketat. Sejumlah instansi di dalam negeri juga mulai mengadopsi model AI untuk layanan digital, dan pengawasan asal-usul teknologi menjadi isu yang makin relevan.
Belum ada indikasi apakah pemerintah AS akan mengaudit pemakaian model AI Tiongkok di situs federal lainnya. Yang jelas, pencabutan di Federal Register menandai babak baru ketegangan teknologi AS-Tiongkok yang kini menyentuh halaman layanan publik paling dasar.