Google Kubur Duo, Video Call Android Tak Pernah Pulih Sepenuhnya

Google Kubur Duo, Video Call Android Tak Pernah Pulih Sepenuhnya

ENERGIKITA.COM — Android tidak pernah punya padanan iMessage atau FaceTime yang benar-benar mapan. Sepuluh tahun lalu Google coba menutup celah itu lewat dua aplikasi bernama Allo dan Duo, tetapi hanya Duo yang bertahan hingga dekade 2020-an. Kini video call di Android justru dinilai tak pernah kembali ke titik terbaiknya.

Google punya sejarah panjang yang berantakan soal aplikasi pesan. Publik paling sering mengingat deretan aplikasi chat yang gagal, padahal perusahaan asal Mountain View itu juga berkali-kali gagal di ranah video call. Duo adalah upaya terbaik mereka, dan aplikasi itu sudah dimatikan.

Dari Google Talk sampai Hangouts

Perjalanan Google di video call dimulai pada 2008 lewat Gmail. Google Talk ditambahkan ke layanan email itu sebulan setelah ponsel Android pertama meluncur.

Meski begitu, Google baru menyediakan aplikasi video call untuk Android pada 2011. Aplikasi itu adalah Google Talk, yang sebenarnya sudah disertakan di setiap perangkat Android sejak 2008.

Tidak banyak orang sempat memakainya karena aplikasi tersebut bergantung pada Android 2.3 Gingerbread yang baru rilis. Khas Google, dua bulan kemudian perusahaan meluncurkan produk saingan: Hangouts.

Hangouts sampai sekarang masih dianggap sebagai upaya terbaik Google membangun platform pesan terpadu. Aplikasi ini bermula sebagai bagian video call grup di Google+, proyek media sosial Google yang gagal.

Lambat laun Hangouts menggantikan video call Google Talk di Gmail. Aplikasi ini kemudian berdiri sendiri dengan pesan teks dan video call dalam satu wadah.

Google memperkaya Hangouts sepanjang 2013 hingga 2016. Versi Android-nya mendapat dukungan SMS, termasuk kemampuan mengirim dan menerima pesan dari peramban. Google Voice juga diintegrasikan ke Hangouts.

Duo Datang Memperbaiki yang Tak Rusak

Komunitas Android kala itu menyukai Hangouts. Untuk pertama kalinya Google terasa punya pendekatan yang benar-benar terpadu soal pesan: chat antarakun Google, SMS dengan sinkronisasi desktop, dan video call dalam satu aplikasi.

Sayangnya Google tidak sepaham. Di ajang Google I/O 2016, perusahaan mengumumkan dua aplikasi baru: Allo dan Duo. Ini pendekatan dua arah untuk pesan teks dan video call, sekaligus perkenalan pertama Google Assistant.

Hangouts masih hidup berdampingan setahun setelahnya, sebelum diganti nama dan dipecah menjadi dua untuk pelanggan korporat. Allo ternyata lebih gagal dari Google+, ditinggalkan hanya dua tahun setelah peluncuran.

Duo bertahan jauh lebih lama. Situasi pesan di Android memang kacau, tetapi Duo menghadirkan solusi video call yang jauh lebih bersih.

Duo bisa dipakai dengan nomor telepon atau akun Google. Kontak yang punya akses Duo ditandai, sehingga pengguna mudah tahu siapa yang bisa dihubungi. Aplikasi ini mendukung panggilan video dan suara, berbagi layar, serta desktop.

Ada pula fitur bernama Knock Knock yang menampilkan pratinjau langsung pemanggil sebelum panggilan dijawab. Duo juga bekerja sangat baik di jaringan berbandwidth rendah, dengan penilaian lebih tinggi dari semua pesaingnya.

Sebelum Duo, pengguna Android awam tidak punya gambaran jelas aplikasi mana yang harus dipakai untuk video call. Google saat itu merawat Hangouts, Hangouts Meet, Messenger, Voice, dan GChat sekaligus. Tak satu pun benar-benar ditujukan untuk panggilan video dasar.

Google Membuat Video Call Jadi Membosankan

Duo bertahan hingga 2022 sebelum Google kembali mengubah arah. Selama beberapa tahun beredar kabar bahwa Duo akan dilebur ke Meet, dan itu akhirnya terjadi.

Duo sudah membangun identitas sebagai aplikasi video call yang sederhana dan fokus. Semua itu hilang begitu Meet masuk ke dalamnya.

Hangouts sendiri diganti nama dan dipecah menjadi dua pada 2017, yakni Hangouts Chat dan Hangouts Meet. Google memakai nama merek konsumen untuk aplikasi korporat, tanpa alasan yang jelas.

Hangouts Meet adalah aplikasi konferensi video bergaya Zoom untuk pelanggan korporat. Pada 2020, kata Hangouts dihapus dan namanya menjadi Google Meet. Dua tahun berselang, merger Duo terjadi.

Aplikasi Duo berubah nama menjadi Google Meet. Untuk waktu yang cukup lama, ada dua aplikasi bernama Google Meet di Play Store. Aplikasi Meet versi korporat yang asli baru dihapus pada 2024.

Sejak itu, seluruh urusan video call dan konferensi Google berada di aplikasi Meet. Di dalamnya ada fitur panggilan video satu lawan satu milik Duo dan panggilan konferensi ala Zoom.

Yang Hilang dari Android

Situasinya kini lugas. Kalau ingin melakukan apa pun terkait video call lewat Google, Meet adalah aplikasi yang harus dibuka. Sederhana, tetapi terasa seperti Google sudah menyerah.

Duo dulu menawarkan pendekatan video call yang segar dan menyenangkan. Meet secara teknis berfungsi, tetapi gaya Zoom melekat padanya, dan tidak ada yang ingin memakai Zoom untuk panggilan pribadi.

Ujungnya membosankan. Bagi pengguna Android, tidak ada lagi aplikasi video call yang terasa dirancang khusus untuk percakapan personal, bukan rapat kerja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index