ENERGIKITA.COM — Google merilis koleksi Noto 3D Emoji yang seluruhnya open source, membuka akses bagi siapa pun untuk memakai dan memodifikasinya. Langkah ini mengubah cara emoji diproduksi dan didistribusikan, dari aset tertutup menjadi milik publik. Sebanyak 3.977 karakter tersedia dan akan hadir di produk Google serta Android.
Google pertama kali mengumumkan rencana koleksi Noto 3D Emoji pada Mei, tetapi belum memberikan penjelasan mendalam soal proses di baliknya. Kini perusahaan membuka detail bagaimana emoji populer yang selama ini dikenal pengguna diubah ke dimensi baru. Hasilnya bukan sekadar versi tiga dimensi dari gambar lama.
Mengapa Emoji 3D Tidak Bisa Sekadar Dibuat Realistis
Mengubah sesuatu yang sudah dikenal luas bukan pekerjaan mudah. Google tidak mengejar tampilan hiperrealistis untuk memamerkan kemampuan grafisnya. Pendekatan yang dipilih justru lebih membumi: setiap emoji dirancang agar universal dan langsung dikenali.
Riset yang dipimpin UX Engineer Dr. Alexander Robertson menemukan bahwa detail anatomis berlebihan seperti iris mata atau kedalaman lubang hidung justru memperlambat otak memproses emosi. Menghapus detail yang tidak perlu dan menjaga geometri wajah tetap minimal membuat ekspresi lebih mudah dibaca semua orang.
Micro-expression menyimpan taruhan yang tidak kecil. Membalik arah kedipan mata atau menggeser alis sedikit saja bisa mengubah godaan bercanda menjadi agresi yang dirasakan. Risiko ini membesar ketika emoji berpindah antar sistem operasi yang berbeda.
Poodle Hingga Hewan Berkepala Melayang
Google juga harus menerjemahkan gambar 2D ke 3D dengan hati-hati, menambah atau mengurangi elemen sesuai kebutuhan. Emoji poodle menjadi contoh paling jelas. Dalam versi 2D, anjing itu hanya tampil dengan tiga kaki karena sudut pandangnya. Begitu dipindahkan ke 3D, jumlah kaki itu tidak lagi masuk akal sehingga Google harus menambahkan satu kaki.
Emoji hewan lain juga mendapat perlakuan serupa. Kepala melayang diubah menjadi makhluk berbadan penuh. Detail baru memang muncul di ruang tiga dimensi, tetapi Google menahan diri agar tidak berlebihan. Tujuannya satu: emoji harus menyampaikan pesan dalam sekali pandang.
Open Source Sebagai Keputusan Inti
Bagian paling penting dari Noto 3D adalah statusnya sebagai open source. Seluruh 3.977 karakter dapat digunakan siapa pun secara bebas tanpa masalah. Google menyatakan bahwa sistem desain hanya terasa hidup ketika orang bisa membongkar dan meremiksnya sesuka hati.
"Emoji don't belong to anyone. They belong to the people who use them. To keep Noto dynamic, we're handing over the keys: The Noto 3D library will be entirely open source," tulis Google dalam pengumumannya.
Keputusan ini menempatkan Noto 3D berbeda dari kebanyakan aset desain korporat yang biasanya dikunci rapat. Pengembang, desainer, dan siapa pun bisa membawanya ke arah yang tidak pernah dibayangkan Google sendiri.
Kapan Bisa Dipakai
Noto 3D Emoji akan hadir bertahap di produk Google dan perangkat Android lainnya. Bagi yang ingin melihat seluruh koleksinya lebih dulu, galeri lengkapnya sudah tersedia di GitHub. Dari sana pengguna bisa mengunduh, memodifikasi, atau menggunakannya sesuai kebutuhan proyek masing-masing.