Nikel

Kuasai Pasokan Nikel Dunia, Perhapi Dorong Penerapan Standar ESG Nasional

Kuasai Pasokan Nikel Dunia, Perhapi Dorong Penerapan Standar ESG Nasional
Kuasai Pasokan Nikel Dunia, Perhapi Dorong Penerapan Standar ESG Nasional

JAKARTA - Indonesia sebagai pemasok nikel terbesar dunia memiliki peran strategis dalam rantai pasok global. 

Penguasaan lebih dari 50 hingga 70 persen produksi nikel global menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci. Oleh karena itu, penerapan standar ESG menjadi penting untuk memastikan praktik industri nikel berkelanjutan.

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memulai penyusunan Standar ESG Nikel sejak pertengahan 2025. Standar ini mengacu pada regulasi nasional sekaligus praktik internasional. Tujuannya adalah menjadikan ESG nikel Indonesia diakui dan dapat diimplementasikan secara operasional.

Tahap Penyusunan Draft dan Evaluasi

Penyusunan standar kini memasuki tahap pembuatan draft rinci untuk setiap chapter. Draft mencakup tiga aspek utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Tahap ini penting untuk menghasilkan persyaratan terukur yang dapat diaudit dan diterapkan di lapangan.

Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy, menyampaikan bahwa progres penyusunan meningkat signifikan. Draft untuk Social Chapter telah rampung dan memasuki tahap review. Environmental Chapter mencapai sekitar 50 persen, sementara Governance Chapter sedang disusun.

Ketua Tim Pokja, Tonny Gultom, menambahkan bahwa setelah draft diselesaikan, langkah berikutnya adalah Forum Group Discussion (FGD) dan konsultasi publik. Partisipasi praktisi, akademisi, pemerintah, dan industri menjadi bagian penting. Masukan tersebut akan menyempurnakan Standar ESG Nikel sebelum disahkan.

Struktur Standar dan Implementasi

Standar ESG Nikel Indonesia terdiri dari 33 chapter yang terbagi menjadi 10 chapter lingkungan, 10 chapter sosial, dan 13 chapter tata kelola. Setiap chapter dilengkapi sub-chapter yang merinci persyaratan, indikator, dan dokumentasi pendukung. Hal ini memudahkan implementasi standar di lapangan secara sistematis.

Perhapi juga menyiapkan standar kompetensi bagi asesor agar penilaian pelaksanaan standar konsisten dan kredibel. Dengan begitu, audit ESG dapat dilakukan secara objektif. Proses ini memastikan praktik pertambangan dan pengolahan nikel berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.

Regulasi nasional menjadi tulang punggung penyusunan standar ini. Standar juga dibenchmark dengan praktik internasional seperti RMI-RMAP, Nikel Mark, ICMM, IFC-PS, dan IRMA. Tujuannya agar standar mampu memenuhi ekspektasi pasar global sekaligus mendukung daya saing industri nikel nasional.

Kolaborasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Perhapi bekerja sama dengan APNI dan FINI untuk menjembatani perspektif pasar dan buyer internasional. Kolaborasi ini memperkuat kesesuaian standar dengan ekspektasi rantai pasok global. WRI juga dilibatkan untuk melakukan gap analysis regulasi nasional terkait standar internasional.

Pekan lalu, Perhapi bersama Prometindo dan IAGI berdiskusi dengan Kementerian ESDM. Pertemuan membahas kerangka, tujuan, dan arah penyusunan Standar ESG Nikel Indonesia. Kementerian menyambut baik inisiatif ini dan mendorong pelibatan pemangku kepentingan secara inklusif.

Tujuan utama standar adalah menjadi pedoman yang berbasis regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Standar ini juga diharapkan dapat menjadi referensi peningkatan kinerja ESG industri nikel dari hulu ke hilir. Dengan begitu, praktik pertambangan dan pengolahan nikel dapat lebih bertanggung jawab.

Manfaat dan Dampak Standar ESG Nikel

Penyusunan standar ini menegaskan komitmen industri nikel terhadap praktik yang berkelanjutan dan berdaya saing. Standar ESG yang aplikatif dan terukur akan membantu industri memenuhi tuntutan pasar global. Dengan implementasi yang tepat, Indonesia dapat menjaga reputasi sebagai pemasok nikel yang bertanggung jawab.

Sudirman menekankan bahwa standar ESG tidak hanya konseptual, tetapi harus dapat diterapkan di lapangan. Praktik pertambangan dan pengolahan nikel yang sesuai standar akan memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Selain itu, pelaksanaan standar mendukung keberlanjutan lingkungan, perlindungan sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Penerapan standar ESG Nikel Indonesia juga meningkatkan daya saing global. Investor dan buyer internasional akan lebih percaya pada produk nikel yang mematuhi standar keberlanjutan. Dengan demikian, standar ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan industri nikel nasional yang modern, kompetitif, dan bertanggung jawab.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index