JAKARTA - Aktivitas memetik jamur liar di area luar Taman Nasional Yellowstone berujung musibah. Sebanyak 11 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat menderita keracunan parah usai mengonsumsi jamur hasil petikan mandiri di Montana, Amerika Serikat (AS).
Tim medis darurat bergerak cepat menuju sebuah kediaman pribadi di kawasan yang berbatasan langsung dengan area taman nasional pada malam hari, 27 Juli lalu. Di lokasi kejadian, para korban memperlihatkan gejala keracunan hebat setelah menyantap jamur tersebut.
Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Montana (DPHHS), Jon Ebelt, membenarkan bahwa seluruh korban yang terdiri dari 10 orang dewasa serta satu anak-anak masih mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Tujuh orang di antaranya dilaporkan dalam keadaan kritis.
"Prinsip utamanya: perlakukan jamur liar sebagaimana Anda memperlakukan daging ayam yang berisiko jika tidak diolah atau dikenali dengan benar," tegas Ebelt.
Walaupun beberapa pasien memerlukan penanganan medis tingkat tinggi, tim dokter memprediksi seluruh korban bakal pulih secara perlahan.
Mengutip data milik organisasi edukasi nirlaba Northwest Mushroomers Association, terdata sekitar 7.400 insiden keracunan jamur terjadi tiap tahunnya di AS, dengan rata-rata tiga kasus berakhir dengan kematian.
Para pakar mikologi mengingatkan bahaya keracunan jamur liar bahkan dapat menimpa pemetik yang sudah mahir sekalipun. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya varietas jamur beracun yang memiliki rupa, warna, serta bentuk sangat menyerupai jenis jamur konsumsi.
"Meskipun hanya ada beberapa jenis jamur yang berpotensi mematikan, ada banyak sekali jenis yang dapat menyebabkan sakit parah atau sekadar rasanya yang tidak enak. Warga seharusnya hanya mengonsumsi jenis jamur konsumsi yang sudah terbukti aman dan dikenal luas," jelas perwakilan ahli dari Western Montana Mycology, seperti dilansir Outside.
Para ahli menegaskan bahwasanya tidak ada metode praktis ataupun pengujian cepat di lokasi untuk memastikan apakah sebatang jamur liar aman ditelan atau berbahaya.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berminat melakukan kegiatan foraging (mencari bahan pangan di alam lepas), sangat dianjurkan untuk cuma menyantap jamur yang telah terverifikasi secara akurat oleh pakar mikologi. Apabila ragu akan jenisnya, biarkan tumbuhan tersebut tetap berada di tanah.