Minyak

Dinamika Geopolitik Dorong Penguatan Harga Minyak Global di Pasar Internasional

Dinamika Geopolitik Dorong Penguatan Harga Minyak Global di Pasar Internasional
Dinamika Geopolitik Dorong Penguatan Harga Minyak Global di Pasar Internasional

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali menjadi perhatian pelaku pasar global pada awal perdagangan. 

Kenaikan tipis yang terjadi mencerminkan respons pasar terhadap dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan produsen utama. Kondisi tersebut mendorong investor untuk mencermati faktor pasokan dan risiko politik secara lebih hati-hati.

Harga minyak mentah Brent tercatat berada di level USD 64,19 per barel dengan kenaikan 6 sen atau 0,09 persen. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Februari naik 9 sen atau 0,15 persen menjadi USD 59,53 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pasar menilai situasi global saat ini relatif stabil meskipun masih dibayangi ketidakpastian. Sentimen penguatan harga muncul seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan besar. Hal tersebut memberikan ruang bagi harga minyak untuk bergerak lebih terkendali.

Situasi Iran Jadi Sorotan Pasar Energi

Tindakan keras yang dilakukan Iran terhadap gelombang protes domestik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Langkah tersebut dinilai berhasil meredam keresahan sipil yang sebelumnya meningkatkan risiko geopolitik. Kondisi ini memperkecil peluang terjadinya eskalasi konflik yang dapat mengganggu pasokan minyak global.

Meredanya ketegangan internal di Iran turut mengurangi spekulasi pasar mengenai potensi intervensi asing. Ancaman gangguan produksi dari salah satu produsen minyak utama dunia pun dinilai menurun. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap lebih tenang dalam perdagangan.

Iran sendiri merupakan salah satu negara dengan peran penting dalam pasokan energi global. Setiap perkembangan situasi domestik di negara tersebut kerap berdampak langsung pada harga minyak. Oleh karena itu, stabilitas internal Iran menjadi faktor yang terus dipantau pasar.

Sikap Amerika Serikat Redakan Kekhawatiran

Sikap Amerika Serikat yang dinilai lebih menahan diri turut memengaruhi sentimen pasar minyak. Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial menunjukkan penurunan intensitas ancaman intervensi langsung. Hal ini membantu menurunkan kekhawatiran akan gangguan aliran minyak dari kawasan Timur Tengah.

Pasar menilai berkurangnya potensi konflik militer memberikan ruang bagi stabilitas pasokan global. Risiko lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik pun menjadi lebih terbatas. Kondisi ini tercermin dari pergerakan harga minyak yang cenderung stabil.

Meski demikian, pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk tetap menjadi perhatian. Langkah tersebut menunjukkan bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Investor masih mencermati setiap perkembangan yang berpotensi memengaruhi pasar energi.

Data Stok Tekan Pergerakan Harga

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari data persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Laporan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada stok minyak mentah. Kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa pasokan masih cukup melimpah di pasar.

Stok minyak mentah tercatat naik 3,4 juta barel dalam satu pekan. Angka tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta barel. Kondisi ini memberikan sinyal bearish terhadap pergerakan harga.

Selain itu, pasar saham Amerika Serikat yang tutup pada hari libur turut memengaruhi volume perdagangan. Aktivitas pasar yang lebih sepi membuat pergerakan harga cenderung terbatas. Investor memilih menunggu sinyal lanjutan dari data ekonomi berikutnya.

Venezuela dan China Jadi Perhatian Lanjutan

Pasar energi global juga memantau rencana terkait industri minyak Venezuela. Amerika Serikat disebut bergerak cepat untuk memberikan izin produksi kepada Chevron. Namun, pasar masih meragukan kemampuan Venezuela untuk meningkatkan produksi secara signifikan.

Ketidakpastian tersebut membuat dampaknya terhadap harga minyak dinilai terbatas. Venezuela dan Ukraina disebut masih berada di urutan belakang dalam perhatian pasar. Pergerakan harga diperkirakan tetap berada dalam kisaran sempit dalam waktu dekat.

Di sisi lain, data pemerintah menunjukkan peningkatan kapasitas pengolahan kilang minyak China. Kapasitas pengolahan naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi minyak mentah China juga tumbuh 1,5 persen dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index