JAKARTA - Pertamina melakukan penyesuaian harga dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis bensin per 1 Agustus 2026. Bensin Pertamax mengalami penurunan harga dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter.
Penurunan harga juga berlaku untuk produk Pertamax Green yang kini menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter. Selain itu, Pertamax Turbo turut turun dari harga Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Di sisi lain, harga BBM jenis subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami penyesuaian. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Langkah penurunan harga bensin ini juga diikuti oleh pengelola SPBU BP-AKR. Berdasarkan informasi resmi BP Indonesia, BBM jenis BP 92 kini dipasarkan seharga Rp16.130 per liter, turun dari posisi bulan lalu yang mencapai Rp16.670 per liter.
Selanjutnya, jenis bensin BP Ultimate mengalami penurunan menjadi Rp16.760 per liter dari harga sebelumnya Rp17.240 per liter.
Namun demikian, BBM jenis diesel di SPBU BP justru mengalami kenaikan harga menjadi Rp21.910 per liter dari sebelumnya Rp21.340 per liter.
Langkah serupa juga diambil oleh Shell yang menaikkan harga produk BBM jenis dieselnya, yakni Shell V-Power Diesel, menjadi Rp21.910 per liter dari posisi bulan lalu sebesar Rp21.340 per liter.
Sementara itu, pihak penyedia BBM Vivo terpantau belum mengumumkan adanya penyesuaian harga terbaru untuk produk-produknya.