JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu sore ditutup terkoreksi akibat terbebani oleh kombinasi sentimen mancanegara serta domestik.
IHSG ditutup merosot 39,20 poin atau setara 0,64 persen menuju posisi 6.091,39. Sementara itu, kelompok 45 saham pilihan atau Indeks LQ45 turut melemah 1,51 poin atau 0,25 persen ke level 606,52.
"IHSG terbebani sentimen eksternal dan internal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari kawasan regional, pergerakan bursa Asia cenderung bervariasi seiring eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali mencuat. Situasi ini menghidupkan kecemasan pasar atas potensi gangguan pasokan energi dunia.
Iran meluncurkan rudal balistik ke area pertahanan AS di kawasan Timur Tengah. Namun, pihak militer AS menyatakan berhasil menggagalkan serangan mendadak yang mengincar pasukannya tersebut.
Di samping itu, pasukan AS menggelar operasi bersama militer Saudi di Irak guna menyerang kelompok militan sokongan Iran sebagai balasan atas aksi serangan gawai nirawak.
Di wilayah Selat Hormuz, pihak Iran menolak tawaran Oman mengenai pembagian pengawasan jalur pelayaran dan menegaskan area masuk serta sebagian jalur keluar tetap di bawah kendali Teheran.
Sementara dari ranah moneter, para pelaku pasar sedang mencermati agenda keputusan kebijakan The Fed melalui pertemuan FOMC, di mana probabilitas sebesar 67,9 persen memprediksikan suku bunga acuan bakal dipertahankan.
Dari dalam negeri, pengunduran diri secara mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI) menyita perhatian lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.
Ketiga lembaga tersebut menekankan bahwa kredibilitas kebijakan moneter, independensi bank sentral, serta konsistensi arah kebijakan ekonomi menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan investor.
“Pandangan dari lembaga tersebut tentunya ini menjadikan kehati-hatian pelaku pasar yang cenderung wait and see menantikan pemimpin definitif BI yang kredibel,” ujar Nico.
Sejak awal pembukaan, IHSG terus tertahan di area negatif hingga penutupan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, tekanan berlanjut dan IHSG tetap bertahan di zona merah sampai perdagangan usai.
Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mampu menguat, yaitu barang konsumen primer sebesar 0,19 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,06 persen.
Sebaliknya, delapan sektor lain terkoreksi dengan sektor properti mengalami penurunan paling dalam sebesar 2,49 persen, disusul sektor industri sebesar 2,44 persen dan sektor transportasi & logistik sebesar 1,69 persen.
Saham yang mencatatkan penguatan harga tertinggi mencakup MGNA, DWGL, ECII, NEST, dan BACH. Sementara saham yang berada di deretan top losers meliputi ELPI, MPRO, MCAS, BAJA, dan KOBX.
Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 1.955.000 kali dengan volume perdagangan mencapai 38,80 miliar lembar saham senilai Rp22,95 triliun. Sebanyak 186 saham menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham stagnan.
Pergerakan bursa saham regional Asia sore ini memperlihatkan indeks Nikkei melemah 1,03 persen ke 61.724,00, indeks Shanghai naik 0,40 persen ke 3.828,47, indeks Hang Seng melesat 1,96 persen ke 25.807,92, indeks Kospi merosot 5,98 persen ke 5.663,24, serta indeks Straits Times menguat 1,57 persen ke 5.704,54.