PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU untuk Dukung Mudik Mobil Listrik Lebih Nyaman

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:13:22 WIB
PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU untuk Dukung Mudik Mobil Listrik Lebih Nyaman

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran kini semakin beragam dengan hadirnya kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi. 

Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik, kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya juga semakin besar. Oleh karena itu berbagai langkah dilakukan untuk memastikan perjalanan para pemudik tetap lancar.

PT PLN (Persero) menyebutkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU kini ditambah bahkan hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Penambahan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan pelayanan bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik. Dengan fasilitas yang semakin banyak, pengguna kendaraan listrik diharapkan lebih nyaman selama perjalanan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebutkan perseroan menambah 1,8 hingga 2 kali lipat jumlah SPKLU. Penambahan tersebut difokuskan pada jalur yang menjadi rute utama perjalanan mudik. Salah satunya berada di kawasan tempat peristirahatan atau rest area tol Trans Jawa.

Menurutnya langkah tersebut dilakukan karena semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik. Penggunaan mobil listrik diperkirakan meningkat dibandingkan periode mudik sebelumnya. Oleh karena itu kesiapan fasilitas pengisian daya menjadi prioritas utama.

Lonjakan Pengguna Mobil Listrik Saat Mudik

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini juga terlihat pada momen mudik Lebaran ketika banyak masyarakat memilih mobil listrik sebagai kendaraan perjalanan jauh. Hal tersebut mendorong penyedia layanan listrik untuk meningkatkan fasilitas yang tersedia.

Menurut Darmawan, peningkatan fasilitas SPKLU dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna kendaraan listrik. Diperkirakan pemudik yang menggunakan mobil listrik akan meningkat secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Diperkirakan pemudik pakai kendaraan listrik akan meningkat 1,6 kali dibandingkan periode mudik Idulfitri pada tahun lalu. Dengan peningkatan tersebut, kebutuhan terhadap titik pengisian daya juga akan bertambah. Oleh karena itu PLN memperluas jaringan SPKLU di berbagai jalur mudik.

Selain menambah jumlah SPKLU, perusahaan juga melakukan peningkatan teknologi pengisian daya. Langkah ini bertujuan mempercepat proses pengisian baterai kendaraan listrik. Dengan demikian pemudik tidak perlu menunggu terlalu lama ketika melakukan pengisian energi.

Optimalisasi Teknologi Ultra Fast Charging

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah mengganti beberapa fasilitas pengisian daya lama dengan teknologi yang lebih cepat. Teknologi ini memungkinkan kendaraan listrik mengisi daya dalam waktu yang lebih singkat. Hal tersebut sangat membantu bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Selain menambah jumlah SPKLU, perusahaan juga mengganti SPKLU yang sebelumnya menggunakan sistem slow charging. Fasilitas tersebut kini diganti menjadi SPKLU yang menggunakan teknologi ultra fast charging. Teknologi ini memungkinkan proses pengisian daya berlangsung jauh lebih cepat.

"Nah untuk itu, kami juga melakukan optimasi SPKLU di jalur mudik yang tadinya adanya slow charging, kami ganti dengan ultra fast charging. Kemudian, juga ada penambahan sampai 1,8 kali hampir mendekati 2 kali," kata Darmawan.

Perubahan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pemudik pengguna mobil listrik. Waktu pengisian daya yang lebih singkat membuat perjalanan menjadi lebih efisien. Dengan begitu perjalanan jarak jauh dapat ditempuh dengan lebih lancar.

"Sehingga kami juga mengawal agar para saudara-saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik bisa berjalan dengan lancar sampai tujuan dan kembali ke rumah nanti," tandasnya.

Imbauan Keselamatan Saat Meninggalkan Rumah

Selain memastikan infrastruktur pengisian kendaraan listrik tersedia dengan baik, PLN juga mengingatkan masyarakat mengenai keselamatan saat meninggalkan rumah. Hal ini penting karena banyak keluarga yang bepergian dalam waktu cukup lama selama masa mudik. Pencegahan risiko kelistrikan menjadi perhatian utama.

PLN mengingatkan masyarakat untuk memastikan peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum bepergian. Langkah ini penting untuk menghindari potensi bahaya seperti korsleting listrik. Dengan persiapan yang baik, masyarakat dapat mudik dengan lebih tenang.

"Dan kami juga ingin memberikan pesan kepada saudara-saudara kita yang mudik, jangan lupa mematikan peralatan listrik. Kalau ada kompor listrik tolong dicabut, setrika tolong dicabut sehingga mudiknya bisa berjalan dengan aman," tandasnya.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat selama masa mudik. Kesadaran terhadap penggunaan listrik yang aman sangat penting. Hal ini membantu mencegah risiko yang tidak diinginkan selama rumah ditinggalkan.

Ketersediaan Energi Listrik Selama Ramadan dan Lebaran

Selain menyediakan fasilitas SPKLU, PLN juga memastikan pasokan energi listrik tetap stabil selama periode Ramadan dan Lebaran. Ketersediaan energi primer menjadi faktor penting dalam menjaga sistem kelistrikan nasional. Oleh karena itu persiapan dilakukan sejak jauh hari.

Darmawan mengatakan saat ini stok batu bara nasional untuk pembangkit listrik berada di angka 19 hari operasional. Ketersediaan tersebut menunjukkan bahwa pasokan energi untuk pembangkit listrik berada dalam kondisi aman. Hal ini memberikan jaminan bahwa kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.

Selain batu bara, ketersediaan sumber energi primer lainnya juga dipastikan dalam kondisi mencukupi. Baik bahan bakar minyak maupun gas bumi disebut memiliki stok yang aman. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan nasional tetap stabil selama masa mudik.

"Kemudian untuk persediaan energi primer untuk gas di atas dari 9 hari, BBM di atas 9 hari, kemudian juga batu bara secara average di atas 19 hari operasi. Jadi kondisi saat ini dalam kondisi aman, terutama untuk mudik," jelasnya.

Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan jauh sebelum Ramadan dan Lebaran. Pemeliharaan pembangkit listrik telah dilakukan sesuai arahan pemerintah. Selain itu jaringan transmisi serta gardu induk juga dipastikan siap beroperasi.

"Kami melaporkan bahwa maintenance dari pembangkit sudah dilakukan jauh-jauh hari sesuai arahan dari Pak Menteri. Kemudian juga gardu induk, transmisi kami menyiagakan juga posko semuanya," ungkapnya.

Terkini