Danantara Siapkan Dana Rp16 Triliun untuk Proyek Hunian Vertikal Nasional

Senin, 09 Maret 2026 | 12:26:55 WIB
Danantara Siapkan Dana Rp16 Triliun untuk Proyek Hunian Vertikal Nasional

JAKARTA - Danantara Indonesia mempersiapkan anggaran hingga Rp16 triliun untuk pembangunan hunian vertikal di Cikarang. 

Proyek ini memanfaatkan lahan hibah dari Lippo Group seluas 30 hektare. Pembangunan hunian ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar mendapatkan tempat tinggal layak.

Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady menghibahkan tiga bidang lahan strategis. Total luas lahan sekitar 30 hektare, rencananya menampung hingga 140 ribu unit hunian vertikal. Dengan skala ini, proyek diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Program 3 Juta Rumah.

Rencana pembangunan mencakup 12,8 hektare lahan awal yang akan dikembangkan menjadi 18 tower. Tiap tower diperkirakan memiliki 32 lantai. Anggaran keseluruhan diperkirakan berkisar antara Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.

Dukungan Penuh Danantara Indonesia

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek ini. Perusahaan akan memastikan pembangunan hunian vertikal berjalan sesuai target. Dukungan ini sejalan dengan tujuan memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR.

Proyek ini dinilai mampu menyeimbangkan permintaan dan pasokan perumahan. Dengan hunian vertikal, keterbatasan lahan dapat diatasi secara efisien. Proyek ini juga diharapkan menjadi model pembangunan hunian terjangkau di wilayah perkotaan.

Selain itu, Danantara akan melibatkan BUMN dalam proses pembangunan. Kerja sama juga akan dilakukan dengan kontraktor swasta. Kolaborasi ini dirancang untuk menjamin kualitas dan kecepatan pembangunan.

Proses Pengembangan dan Kolaborasi

Dalam pelaksanaan proyek, Danantara Indonesia mengutamakan mekanisme kolaboratif. BUMN dan pihak swasta akan terlibat dalam berbagai tahap pembangunan. Kerja sama ini penting agar proyek dapat rampung tepat waktu dan sesuai standar.

Rencana kolaborasi meliputi manajemen konstruksi hingga pengawasan kualitas. Perusahaan menekankan pentingnya koordinasi antar pihak terkait. Hal ini juga memastikan proyek memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan hunian.

Selain itu, konsep hunian vertikal akan mengakomodasi kebutuhan MBR. Desain, fasilitas, dan harga akan disesuaikan agar terjangkau. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan proyek dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.

Solusi Atasi Keterbatasan Lahan Perkotaan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan pentingnya hunian vertikal. Kegiatan ini menjadi solusi menghadapi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. Hunian vertikal juga membantu menekan backlog perumahan secara signifikan.

Pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu prioritas nasional. Presiden menekankan penyediaan hunian layak bagi MBR harus menjadi fokus utama. Dengan demikian, proyek ini mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Hunian vertikal memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas. Sistem ini memberikan ruang hunian yang lebih banyak pada area terbatas. Selain itu, hunian vertikal memungkinkan penyediaan fasilitas umum lebih efisien.

Tahapan Pematangan dan Skema Pembangunan

Setelah tinjauan lokasi, Danantara bersama Kementerian PKP akan mematangkan konsep proyek. Tahapan ini mencakup pengembangan skema kawasan hunian. Penentuan harga dan kriteria pembelian oleh MBR juga disiapkan secara matang.

Proses perencanaan melibatkan penyusunan mekanisme pengembangan lahan. Selain itu, konsep fasilitas umum, akses transportasi, dan ruang publik diperhitungkan. Tujuannya agar hunian vertikal dapat memenuhi kebutuhan sosial dan kenyamanan penghuni.

Skema pembelian akan disusun agar MBR dapat mengakses hunian secara adil. Sistem ini termasuk mekanisme pembayaran dan subsidi bila diperlukan. Dengan demikian, proyek diharapkan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pengembangan hunian vertikal ini juga mempertimbangkan lingkungan sekitar. Aspek tata ruang, drainase, dan penghijauan menjadi fokus utama. Hal ini memastikan hunian tidak hanya layak huni tetapi juga ramah lingkungan.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Pemerintah

Proyek ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Hunian vertikal menghadirkan solusi perumahan terjangkau bagi MBR. Selain itu, proyek ini juga menjadi strategi pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan.

Kehadiran hunian vertikal juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan konstruksi akan membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, proyek ini meningkatkan investasi dan kepercayaan publik terhadap sektor properti.

Dengan total investasi hingga Rp16 triliun, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya. Perusahaan ingin memastikan hunian vertikal berjalan lancar dan tepat waktu. Kesuksesan proyek ini akan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Terkini