JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengambil langkah strategis untuk memperkuat layanan angkutan kontainer di rangkaian KA KALOG 3.
Perusahaan ingin menjawab kebutuhan distribusi yang meningkat, terutama dari sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Langkah ini sekaligus menjaga ketahanan pasokan dan efisiensi rantai logistik nasional.
Kebijakan Penambahan Kapasitas
Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini muncul karena tren permintaan angkutan kontainer yang terus bertumbuh.
"Kami melihat kebutuhan distribusi di sektor FMCG dan manufaktur semakin tinggi," ujar Fahdel. Dengan menyesuaikan layanan, perusahaan berharap dapat mengakomodasi kenaikan volume barang secara optimal.
Sejak Februari lalu, frekuensi perjalanan KA KALOG 3 ditingkatkan dari dua kali menjadi enam kali per minggu. Penambahan ini membuat kapasitas angkut naik sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan. Menurut Fahdel, perubahan ini memastikan jadwal konsisten dan kepastian layanan bagi pelanggan.
Strategi Middle Mile Rantai Pasok
Peningkatan kapasitas bukan sekadar menambah jumlah kontainer, tetapi juga memperkuat peran kereta api di segmen middle mile. "Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri," ungkap Fahdel. Hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung distribusi nasional yang lebih efisien dan konsisten.
KAI Logistik menargetkan rute Jakarta (Sungai Lagoa) – Surabaya (Kalimas) dengan titik transit di Karawang (Klari). Titik transit ini penting bagi industri FMCG di Klari agar pengiriman lebih cepat dan tepat waktu. Perusahaan menekankan bahwa layanan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal.
Pertumbuhan Volume Angkutan Kontainer
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar delapan persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk di sektor barang konsumsi.
"Dinamika pergerakan barang yang semakin tinggi menjadi salah satu faktor pendorong optimalisasi layanan distribusi," jelas Fahdel.
Pertumbuhan transaksi FMCG di platform digital juga menjadi indikator penting. Nilai transaksi melonjak dari Rp48 triliun menjadi Rp129 triliun dalam periode tiga tahun terakhir. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan pengiriman barang yang lebih masif dan konsisten.
Manfaat bagi Industri FMCG dan Konsumsi
Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, KAI Logistik berperan sebagai mitra strategis perusahaan FMCG dan sektor konsumsi lainnya. "Kami berharap dapat memfasilitasi pengiriman barang secara lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu," ujar Fahdel. Perusahaan menekankan bahwa layanan ini mendukung efisiensi rantai pasok dan kecepatan distribusi barang.
Titik transit di Karawang memudahkan pengiriman ke kawasan industri sekaligus menjaga ketepatan waktu pengiriman. Layanan ini juga memungkinkan perusahaan menyesuaikan volume angkutan sesuai kebutuhan pelanggan. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan KAI Logistik dibanding moda transportasi lain.
Green Logistics dan Keamanan Distribusi
Pemanfaatan kereta api menjadi solusi transportasi yang lebih aman dan andal. Selain itu, konsep green logistics membantu mengurangi emisi karbon serta mengurangi beban lalu lintas di jalan raya. "Kami berkomitmen mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan," tambah Fahdel.
Moda kereta api memungkinkan pengiriman barang lebih stabil dibanding transportasi darat. Dengan pengelolaan kapasitas yang baik, KAI Logistik memastikan pengiriman tidak hanya cepat tetapi juga berkelanjutan. Perusahaan berharap pendekatan ini mendorong efisiensi biaya dan kelangsungan distribusi jangka panjang.
Dengan strategi ini, KAI Logistik tidak hanya menambah kapasitas kontainer, tetapi juga memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung logistik nasional.
Layanan yang konsisten, aman, dan berkelanjutan diharapkan menjadi solusi bagi industri FMCG dan sektor konsumsi lainnya. Ke depan, perusahaan siap mendukung pertumbuhan distribusi barang dengan inovasi dan pengelolaan yang lebih efektif.