JAKARTA - Profesor madya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Tufts, Kimberly Dong, mengatakan timun memberikan segudang manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.
Timun menyehatkan karena rendah kalori dan kaya air dengan serat. Menurutnya, timun juga memiliki tekstur yang renyah, rasa ringan, dan menyegarkan sehingga cocok dipadukan dengan banyak makanan.
Manfaat lainnya yakni timun dapat menjadi sumber hidrasi rendah kalori yang sangat baik.
Profesor ilmu gizi di Texas Christian University, Gina Jarman Hill, menambahkan bahwa hal ini membantah adanya anggapan yang menyebut timun sebagai makanan berkalori negatif atau mengandung lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan untuk mencernanya.
"Tidak ada yang namanya makanan berkalori negatif tetapi karena jumlah kalori dalam mentimun sangat rendah, timun adalah makanan yang paling mendekati kategori tersebut," katanya.
Hill menyampaikan selama kami memperhatikan apa yang digunakan padukan, tidak ada alasan untuk mengurangi konsumsi timun.
Dalam mendukung kesehatan metabolik, timun memiliki efek minimal pada gula darah dan dianggap aman untuk penderita diabetes karena memiliki sedikit karbohidrat sekitar 11 gram dan sedikit serat sekitar 1,5 gram.
Serat membantu memperlambat pencernaan, yang menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. Ada juga beberapa penelitian terbatas pada hewan dan manusia yang menunjukkan bahwa mengonsumsi timun atau ekstraknya dapat bermanfaat bagi kadar insulin, kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah.
Dalam uji klinis yang diterbitkan pada tahun 2016, misalnya, para peneliti membagi 47 pasien dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang sedikit meningkat menjadi dua kelompok.
Satu kelompok mengonsumsi kapsul harian yang mengandung ekstrak biji mentimun dan kelompok lainnya mengonsumsi plasebo.
Setelah enam minggu, kelompok mentimun menunjukkan peningkatan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan kelompok plasebo. Dong menyampaikan studi-studi ini menjanjikan, tetapi masih bersifat pendahuluan.
Kemudian dari sisi rasa, dengan rasa yang lembut dan tekstur renyah yang memuaskan, timun dapat menjadi pelengkap yang sangat baik untuk atau pengganti banyak makanan.
Irisan atau potongan mentimun dapat menjadi pengganti yang lebih sehat untuk camilan olahan seperti keripik dan biskuit, serta dapat berfungsi sebagai media untuk saus kacang dan hummus yang kaya serat.
Koki di Kota New York, Isaac Bernal, menyebut timun juga dapat membuat makanan terasa lebih ringan dan segar dengan menambah volume dengan kalori minimal.
Acar fermentasi yang terbuat dari mentimun yang direndam dalam air garam mendorong pertumbuhan bakteri baik, mungkin menawarkan beberapa manfaat kesehatan tambahan.
Profesor madya nutrisi dan dietetika di Universitas South Florida, Heewon L Gray, turut menambahkan makanan fermentasi telah dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan kesehatan usus yang lebih baik.
Acar biasa juga bisa menjadi camilan sehat, tetapi acar tersebut dipasteurisasi atau dibuat dengan cuka untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
"Anda dapat menemukan acar fermentasi di bagian pendingin toko bahan makanan. Acar tersebut sering kali memiliki label fermentasi, probiotik, atau mengandung kultur hidup dan tidak mengandung cuka di antara bahan-bahannya," kata Gray.
Dia mengingatkan bahwa acar yang fermentasi atau tidak rasanya akan asin. Satu potong acar dill mengandung 326 miligram, atau 14 persen dari batas harian yang direkomendasikan.