Presiden Prabowo Ingin Adopsi Cara India Bangun 40 Juta Rumah

Jumat, 31 Juli 2026 | 20:01:01 WIB
Prabowo Ingin Tiru India Bangun 40 Juta Rumah Dalam 12 Tahun [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya berkeinginan mencontoh pencapaian negara India yang sukses membangun sebanyak 40 juta unit rumah bagi penduduknya dalam kurun waktu 12 tahun.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Prabowo ketika memberikan pengarahan dalam rangkaian acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi serta KUR Perumahan senilai Rp880 Miliar bertempat di Kabupaten Batang, pada hari Kamis (30/7/2026).

Prabowo menyatakan bahwa apa yang telah berhasil diwujudkan oleh pemerintah saat ini dalam sektor penyediaan perumahan memang patut dibanggakan. Namun demikian, dirinya tetap menyadari bahwa besarnya kebutuhan hunian masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar.

"Kami merencanakan, kami sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif. Kami akan belajar dari pengalaman beberapa negara. Kami kalau bangsa kami mau bangkit transformasi, kami tidak boleh malu dari bangsa siapapun," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menuturkan bahwa dirinya merasa kepincut dengan metode yang diterapkan oleh India dalam menyediakan hunian massal bagi warga negaranya.

"Saya tertarik. Ada pengalaman sebagai contoh pengalaman bangsa India, mereka mampu membuat rumah, 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun. Ini kami pelajari bagaimana caranya, ada teknik-teknik tertentu dan ini bisa kami coba," ujar Prabowo.

Ia pun menambahkan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk menjajal berbagai cara terbaik, termasuk mengoptimalkan metode klasik yang terbukti benar agar bisa terus dilestarikan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerangkan bahwa agenda akad massal ini merupakan bagian dari upaya akselerasi Program Tiga Juta Rumah yang diprioritaskan guna memperluas jangkauan kepemilikan hunian layak huni bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Perhelatan akad massal kali ini melibatkan keseluruhan 62.000 debitur yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Sebanyak 200 debitur hadir secara fisik di Perumahan Puri Delta City Side, Batang, sedangkan 61.800 debitur sisanya mengikuti prosesi secara virtual dari 36 provinsi melalui jaringan 43 bank penyalur fasilitas FLPP.

Menurut penjelasannya, agenda akad massal tidak sekadar berhenti sebagai seremoni penandatanganan akad kredit biasa, melainkan menjadi penanda bahwa unit-unit rumah yang dibangun telah benar-benar siap untuk dimiliki dan segera ditempati oleh masyarakat.

Prasetyo menyampaikan bahwa pihak pemerintah secara konsisten terus memperlebar akses pembiayaan perumahan lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan menawarkan tingkat suku bunga rendah yang bersifat tetap hingga akhir masa tenor, ketentuan uang muka yang ringan, serta cicilan ringan yang ramah bagi MBR.

Hingga tanggal 21 Juli 2026, tercatat sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah sukses menerima kucuran pembiayaan FLPP dengan tingkat rasio keterhunian bangunan mencapai angka 93,35%.

Pemerintah sendiri mematok target hingga penghujung tahun 2026 nanti sebanyak 75.000 unit rumah bersubsidi FLPP sudah bisa dihuni yang tersebar setidaknya di 77 kabupaten/kota. Alokasi pendanaan FLPP pada tahun 2026 ini turut diperkuat melalui mekanisme skema dana bergulir.

Berdasarkan data resmi pemerintah, besaran alokasi DIPA tahun 2026 mencapai Rp25,1 triliun, yang kemudian ditambah dengan dana pengembalian pokok senilai Rp10,4 triliun, serta didukung saldo awal sebesar Rp1,6 triliun, sehingga semakin memperkokoh kapasitas daya dukung pembiayaan program.

Pemerintah memandang program FLPP sebagai instrumen vital dalam menyokong kesuksesan Program Tiga Juta Rumah, khususnya bagi MBR yang selama ini kerap menghadapi kendala keterbatasan akses pendanaan dari lembaga perbankan konvensional.

Selain memberikan penawaran suku bunga tetap hingga akhir masa cicilan kredit, program tersebut turut didesain dengan nominal uang muka yang rendah serta cicilan bulanan yang jauh lebih terjangkau apabila dikomparasikan dengan skema pembiayaan komersial biasa.

Di samping itu, pemerintah mulai memperluas jangkauan fasilitas KPR bagi para pekerja di sektor informal, termasuk melalui terobosan kerja sama strategis antara BP Tapera bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), agar para mitra pengemudi ojek online serta tenaga kerja informal lainnya bisa mendapatkan kemudahan akses pembiayaan kepemilikan rumah.

Terkini