JAKARTA - Bukan cuma manusia, hewan peliharaan seperti kucing juga dapat merasa bosan. Pemilik perlu memahami berbagai tandanya agar kualitas hidup peliharaan tetap terjaga dengan baik.
Seorang ahli bioetika yang mendalami hubungan manusia dan hewan, Jessica Pierce, mengungkapkan dua pemicu utama kebosanan pada kucing. Penyebab pertama adalah keterbatasan dalam mengekspresikan insting alami, sedangkan faktor kedua yaitu ketiadaan tantangan dalam rutinitas harian.
Secara naluriah, hewan ini memiliki dorongan alami untuk berburu. Kucing rumahan sangat rentan merasa bosan akibat minimnya aktivitas menarik di dalam ruangan. Mereka membutuhkan simulasi tantangan secara berkala.
"Kucing dirancang untuk menganggap kerja keras sebagai sesuatu yang bermanfaat," ucap Pierce, dilansir laman Rover. Manfaat yang dimaksud, pelepasan neurokimia yang menyenangkan di otak mereka.
Sama seperti manusia, hewan ini menganggap aktivitas yang bermakna sebagai sarana pemenuh kepuasan hidup. Kebosanan pun dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pemicu stres bagi hewan tersebut.
Berikut adalah beberapa indikasi yang memperlihatkan hewan peliharaan tersebut sedang merasa bosan:
1. Tidur Melebihi Batas Wajar Waktu tidur yang berlebihan menjadi penanda utama munculnya kebosanan. Pierce menerangkan, walaupun kucing sering menghabiskan waktu untuk tidur, mereka tetap perlu menyisihkan sebagian waktu untuk siaga mengamati lingkungan. Jika kewaspadaan itu hilang, bisa jadi ia sedang merasa bosan.
2. Porsi Makan Meningkat Hasrat makan berlebih sering dijadikan pelampiasan untuk mengatasi rasa jenuh. Membatasi porsi makan tidak selalu menjadi solusi yang efektif. Pemilik disarankan memberikan sarana hiburan baru untuk mengalihkan kebosanan tersebut.
3. Suara Vokal Berlebihan Jika hewan kesayangan mendadak menjadi lebih sering bersuara, hal itu bisa menandakan kejenuhan. Hewan ini tidak mengeong kepada sesamanya, melainkan ditujukan kepada manusia untuk menyapa, meminta makanan, atau sekadar mencari perhatian.
Menurut sumber Cats, kebiasaan mengeong terus-menerus dilakukan karena mereka memahami bahwa tindakan itu akan memicu perhatian pemiliknya untuk mengajak bermain.
4. Merusak Perabotan Rumah Aksi mencakar sofa atau perabot rumah tangga bukan sekadar tanda perilaku nakal, melainkan bentuk hiburan mandiri saat bosan. Pemilik sebaiknya segera mengajak bermain sebelum terjadi kerusakan pada benda lain.
5. Membersihkan Diri Berlebihan Kurangnya stimulasi fisik maupun mental dapat memicu kebiasaan menjilati tubuh secara berlebihan. Perilaku ini muncul akibat rasa stres dan kekecewaan. Bila dibiarkan, kebiasaan mengunyah bulu dapat memicu iritasi kulit hingga kerontokan parah.
6. Perilaku Menjadi Agresif Serangan mendadak kepada pemilik atau peliharaan lain menjadi bentuk pelampiasan emosi terpendam. Sikap agresif ini membutuhkan penanganan serius agar tidak menjadi gangguan perilaku yang permanen.
Laman The Cat Site menyarankan pembuatan jadwal bermain rutin yang memfasilitasi insting mengintai, menerkam, hingga menangkap mainan.
7. Mengonsumsi Benda Bukan Makanan Gangguan Pica membuat hewan ini mengunyah benda non-pangan seperti plastik, kain, maupun kertas. Kebiasaan berbahaya ini dapat memicu penyumbatan usus. Pemilik bisa mengatasinya dengan menyediakan mainan gigit khusus.
8. Mencari Perhatian Secara Intensif Sikap selalu ingin dielus atau mengganggu aktivitas pemilik merupakan sinyal kuat rasa bosan. Selain mengajak berinteraksi, mengganti variasi mainan secara berkala sangat dianjurkan agar mereka tidak cepat jenuh.
Pahami tanda-tanda tersebut dan berikan simulasi permainan baru sebelum perabotan rumah tangga menjadi sasaran pelampiasan rasa bosan.