Laba Bersih Bank Danamon Melonjak 33 Persen Jadi Rp2,4 Triliun

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:08:02 WIB
Bank Danamon Indonesia.

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih periode berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2026.

Capaian tersebut melambung 33 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu.

Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana menyampaikan bahwa laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tercatat berada di angka Rp5,9 triliun, atau tumbuh 13 persen YoY dari tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan didukung perbaikan kualitas kredit yang tercermin pada penurunan biaya kredit atau Cost of Credit sebesar 12% YoY,” kata Theresia dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I/2026, Kamis (30/7/2026).

Pada fungsi intermediasi, perseroan membukukan total kredit konsolidasian sebesar Rp230,1 triliun atau naik 12 persen YoY dibanding Juni 2025.

Theresia mengungkapkan bahwa ekspansi kredit pada paruh pertama ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran di seluruh lini bisnis.

Kenaikan tersebut merata di sektor enterprise banking dan financial institution, SME banking, consumer banking, hingga kinerja anak perusahaan Danamon.

Di sisi penghimpunan dana, perseroan mencatatkan perolehan total rekening giro, tabungan, CASA, dan deposito konsolidasian menyentuh angka Rp181,7 triliun.

Pencapaian dana masyarakat tersebut mengalami kenaikan 14 persen YoY bila disandingkan dengan catatan pada tahun sebelumnya.

Terkait tingkat rentabilitas, Danamon berhasil mengamankan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) konsolidasian pada level 8,1 persen.

Theresia menekankan bahwa Danamon senantiasa memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam mengarungi dinamika bisnis perbankan.

Komitmen tersebut berbuah manis pada kualitas aset Danamon yang terjaga solid sepanjang semester pertama tahun 2026.

Rasio Loan At Risk (LAR) membaik 263 basis poin YoY menjadi 7,8 persen, sedangkan rasio NPL bruto bertengger di posisi 1,7 persen atau membaik 33 basis poin secara tahunan.

Perseroan juga mempertebal bantalan pencadangan dengan NPL Coverage Ratio sebesar 282,4 persen serta LAR Coverage Ratio yang naik 795 basis poin YoY menyentuh 59,9 persen.

Kualitas aset yang terjaga ini ditopang oleh ketahanan likuiditas dan permodalan yang sangat memadai.

Theresia menambahkan, rasio kecukupan likuiditas (LCR) Danamon berada di level 134,8 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 112,3 persen.

Sementara itu, kecukupan permodalan perseroan tetap tangguh dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) konsolidasian kokoh di angka 22,3 persen.

Terkini