WTON Raih Laba Bersih Rp4,74 Miliar pada Semester I 2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:06:01 WIB
Ilustrasi Karyawan PT Wijaya Karya Beton Tbk.

JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan kenaikan laba bersih pada semester I 2026 yang ditopang oleh langkah efisiensi operasional serta tingginya kontribusi dari segmen produk putar.

Merujuk laporan keuangan perseroan, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini berhasil meraup laba bersih mencapai Rp4,74 miliar sepanjang paruh pertama 2026.

Capaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 9,14 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila disandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja keuangan WTON disokong oleh perolehan pendapatan usaha yang menyentuh angka Rp1,48 triliun selama enam bulan pertama tahun 2026.

Di samping itu, performa finansial perseroan turut dipacu oleh efisiensi operasional melalui penerapan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) serta aksi divestasi atas aset nonproduktif.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Ignatius Harry menyampaikan bahwasanya pembenahan struktur keuangan beserta efisiensi yang dijalankan perseroan ditujukan untuk menjaga kestabilan bisnis di tengah dinamika sektor industri konstruksi.

"Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif, dengan fokus utama menjaga ritme pertumbuhan demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," ujar Ignatius dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Melihat struktur kontribusi bisnis, pendapatan WTON sepanjang semester I 2026 ditopang oleh segmen produk putar yang menyumbang porsi terbesar hingga 47,91 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, segmen produk non-putar memberikan kontribusi sebesar 34,44 persen, lalu disusul oleh segmen konstruksi sebesar 13,27 persen, serta segmen jasa yang menyumbang 4,37 persen.

Perbaikan kinerja WTON juga terlihat dari indikator likuiditas dan rasio solvabilitas, di mana current ratio berada di posisi 130,95 persen, serta rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) melandai dari 81,75 persen menjadi 71,52 persen secara tahunan.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, perseroan bakal berfokus memperkuat implementasi tata kelola berkelanjutan sekaligus meningkatkan efisiensi pada alur rantai pasok.

Terkini