BMKG Gencarkan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Karhutla dan Kekeringan

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:53:31 WIB
Ilustrasi Operasi modifikasi cuaca BMKG menghadapi El Nino kuat di Indonesia.

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggiatkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah strategis guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan akibat dampak fenomena El Nino.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto sewaktu dijumpai pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwasanya pelaksanaan OMC diprioritaskan untuk daerah yang memerlukan tambahan curah hujan demi menjaga tingkat kelembapan lahan esensial, khususnya area mineral dan gambut, serta guna memenuhi cadangan air waduk.

"Operasi modifikasi cuaca saat ini sedang dilakukan untuk mitigasi karhutla di beberapa tempat, seperti di Pekanbaru yang baru mulai hari ini dan di Palangkaraya yang juga sedang berjalan," katanya.

Di samping Riau dan Kalimantan Tengah, tambahnya, tahapan operasi sejenis sebelumnya telah rampung dilaksanakan di Provinsi Aceh serta Sumatera Selatan selaku bagian dari rencana penanganan darurat di lapangan.

Modifikasi cuaca yang diintervensi melalui taburan senyawa kimiawi berupa garam atau Natrium klorida (NaCl) ke awan potensial ini tidak dimaksudkan untuk membentuk awan baru, melainkan guna mengoptimalkan potensi awan hujan yang ada supaya dapat mengucurkan jutaan meter kubik air untuk memadamkan atau mencegah terjadinya karhutla.

Sementara itu di sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merampungkan 17 proyek operasi terkait karhutla yang meliputi 169 hari kerja operasi serta 290 sorti penerbangan di area rawan bencana.

Selain penanggulangan karhutla, BMKG turut mengarahkan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian danau dan waduk pada wilayah tangkapan air, seperti Danau Toba di Sumatera Utara hingga Danau Poso di Sulawesi Tengah, demi menjamin pasokan air bersih bagi khalayak.

Berdasarkan paparan Seto, BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menyokong agenda tersebut juga telah mengerahkan armada pesawat Casa 212 Skadron Udara 4 untuk menyemai awan, termasuk di sekitar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, baru-baru ini.

"Pengerahan personel, pesawat, dan bahan semai di Bandung tersebut, dilakukan secara cepat usai diterbitkannya dukungan operasional dari Panglima TNI guna menjaga keandalan pasokan air di waduk-waduk strategis wilayah Jawa Barat," katanya.

Pihaknya menjamin BMKG bersiap memperkuat ekosistem modifikasi cuaca lewat sinergi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemerintah daerah, hingga TNI-Polri, demi menekan dampak kebencanaan sosial-ekonomi sepanjang musim kemarau 2026.

Terkini