BI Terus Jaga Stabilitas demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:09:31 WIB
Bank Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan sebagai syarat utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Senior, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Erwin menjelaskan bahwa optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam mempertahankan nilai tukar rupiah terus ditingkatkan.

“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata dia lagi.

Berbagai perangkat moneter dioptimalkan guna menjaga kestabilan mata uang sekaligus menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri.

Upaya tersebut meliputi penerapan strategi triple intervention di pasar valuta asing (spot, non-deliverable forward/NDF, serta domestic non-deliverable forward/DNDF) hingga optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang disokong fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Selain itu, skenario dalam mempertahankan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan perbankan turut diperkuat. Bank sentral mencatat pergerakan posisi SRBI kini berada pada tren yang lebih terkendali.

“Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Erwin.

Di samping fokus menjaga stabilitas, BI secara konsisten mengoptimalkan jajaran instrumen kebijakan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bakal terus diperkokoh untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk menata ulang mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan berjalan makin efektif.

Tidak hanya itu, akselerasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus dipacu demi memberi dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Terkini