Amerika Kini Mengendalikan Pasar Minyak

0

Washington, EnergiKita-Serangan pada kilang-kilang minyak Arab Saudi membawa berkah bagi Amerika Serikat. AS secara faktual bisa menjadi pengendali terbesar pasar minyak global.

Peran itu dimungkinkan karena setidaknya dua faktor. Pertama, AS salah satu produsen besar global walau tidak tergabung dengan Organisasi Produsen Minyak (OPEC). Kedua, AS bisa memaksa produsen lain memangkas penjualan lewat sanksi-sanksi. Metode itu diterapkan pada dua produsen besar, Iran dan Venezuela.

Dari sisi produksi, AS disebut menghasilkan hingga 15 persen pasokan global. Berkaca pada produksi Arab Saudi yang rata-rata 13 juta barel per hari dan disebut memasok 10 persen kebutuhan global, maka produksi AS bisa mencapai 16 juta barel per hari.

 

Produksi minyak AS tidak hanya dari sumur-sumur konvensional. AS juga memerah minyak lewat metode minyak serpih atau minyak yang berada di antara rekanan dan celah batu- batuan di bumi. Sejak digarap pada 2008, minyak serpih memasok hingga 5,9 juta barel per hari ke pasar global.

Meski memproduksi banyak minyak, AS belum bisa sepenuhnya mengendalikan pasar. Sebab, masih ada OPEC dengan Arab Saudi sebagai pemimpin de facto. Riyadh bisa melakoni peran itu karena skala produksinya. Tidak ada anggota OPEC lain bisa memproduksi sebanyak Arab Saudi. Masalahnya, para analis sejak lama sudah mengingatkan kerentanan Arab Saudi. Hingga 70 persen ekspornya, setara 7 juta barel per hari, diolah di kilang Abqaiq.

Sabtu lalu, kilang itu diserang milisi Houthi. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memastikan serangan itu mengganggu produksi hingga 5,7 juta barel per hari. Gangguan itu setara 5 persen pasokan global.

Negara lain yang di bawah Arab Saudi dan AS adalah Iran dan Venezuela. Akan tetapi, kedua negara itu masuk daftar sanksi AS, menyebabkan banyak negara takut membeli minyak mereka. AS mengancam menjatuhkan sanksi kepada pihak mana pun yang menjalin hubungan dagang dengan Iran dan Venezuela.

Fakta lain yang patut dipertimbangkan adalah cadangan minyak. AS adalah pemilik cadangan minyak terbesar di bumi. Lewat Cadangan Strategis Minyak (SPR) di Texas, AS mempunyai hingga 645 juta barel minyak. Cadangan itu setara kebutuhan AS selama sebulan. SPR dibangun pada 1975 atas dorongan Menteri Luar Negeri AS kala itu, Henry Kissinger.

Permintaan itu menyusul embargo minyak oleh negara-negara Arab. Embargo itu mengganggu perekonomian AS yang bergantung pada minyak Arab. Kini, kondisi mengarahkan AS jadi pengendali terbesar pasar minyak. (TYO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here