Kepulauan Riau Minta Migas Lebih Berkontribusi

0

Tanjung Pinang, EnergiKita-Kepulauan Riau meminta sektor minyak dan gas bumi berkontribusi lebih banyak bagi provinsi itu. Permintaan itu didasari fakta Kepulauan Riau salah satu penghasil minyak dan gas bumi dalam jumlah besar.

Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mengatakan, keseriusan berkontribusi dapat dilakukan dengan setidaknya dua cara. Pertama, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membuka kantor di Kepri. “Sangat patut SKK Migas untuk membuat kantornya di Kepri ini, agar gampang untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya di Batam, Kepulauan Riau.

Kedua, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas membantu sektor pendidikan. Isdianto berharap ke depan putra-putra Kepri bisa bekerja di sektor migas dengan bekal pendidikan dan pelatihan dari SKK Migas dan KKKS migas.

Ia menyatakan dapat memahami bila sekarang beberapa posisi tidak bisa diisi oleh putra-putra Kepri. Namun, hal itu tidak berarti semua cukup menerima tanpa berusaha. “Bisa diatasi lewat pendidikan. Sekolahkan anak-anak Kepri pada bidang-bidang yang dibutuhkan industri migas. Nanti kalau sudah terampil atau punya keahlian, boleh direkrut,” kata dia.

Sekolahkan anak-anak Kepri pada bidang-bidang yang dibutuhkan industri migas. Nanti kalau sudah terampil atau punya keahlian, boleh direkrut

Kepala perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Avicenia Darwis mengatakan bahwa ada tiga fokus perhatian SKK Migas di Kepri. Fokus itu adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan kantor pariwisata, serta kantor perwakilan di Kepri.”Paling prioritas adalah pembangunan pariwisata, terutama di Natuna dan Anambas untuk peningkatan pendapatan asli daerah,” kata dia.

Anambas dan Natuna merupakan wilayah operasi kerja migas di Kepri. Lapangan-lapangan pengeboran lepas pantai beroperasi di laut sekitar Anambas dan Natuna. (TYO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here