Inpex : Proyek Masela Mengungkit Perekonomian Nasional & Daerah

0

Jakarta, EnergiKita-Proyek LNG Abadi Blok Masela akan menjadi pengungkit perekonomian di Maluku. Berbagai pihak didorong mempersiapkan diri agar bisa terlibat optimal dalam aneka aktivitas perekonomian yang mengikuti proyek itu.

Senior Specialist Media Relations INPEX Masela, Ltd., Moch. N. Kurniawan, mengatakan bahwa proyek itu akan memicu aktivitas di sektor manufaktur, kelistrikan, konstruksi, pertanian dan perikanan, perhotelan, jasa boga, hingga transportasi. “INPEX tetap fokus ke aktivitas di bidang hulu minyak dan gas bumi, sehingga perlu pihak-pihak yang memang berpengalaman di sektor industri lainnya tersebut untuk menggarapnya,” ujarnya di sela IPA Convex 2019 di Jakarta.

INPEX hanya akan menjadi salah satu pemicu lewat perannya kontraktor blok Masela. Aktivitas perekonomian yang mengikuti proyek LNG Abadi Blok Masela dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat.

Berdasarkan kajian LPEM UI dan UNPATTI, lapangan kerja nasional dari berbagai sektor industri yang tumbuh berkisar 73,000 orang selama kurun waktu 33 tahun masa proyek dari masa konstruksi hingga produksi. Sebagian bekerja langsung di proyek LNG Abadi.

Manfaat 39 Miliar Dollar AS

SKK Migas pernah menyebut, Indonesia mendapat aneka manfaat ekonomi dari blok Masela. Indonesia akan mendapat minimal 50 persen dari hasil produksi Blok Masela. Untuk saat ini, dari lokasi itu diprediksi bisa menghasilkan 10,5 juta ton per tahun LNG (MTPA) atau gas alam cair.

Produksi tersebut terdiri dari LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun atau setara 330 ribu boepd dan gas pipa sebesar 150 MMscfd atau setara 1 juta ton LNG per tahun. Total produksi gas kumulatif Blok Masela dari 2027 hingga tahun 2055 mencapai 16,38 TSCF dengan total gas yang dijual sebesar 12,95 TSCF. Selain itu, Blok Masela menghasilkan kondensat dengan kumulatif produksi sebesar 255,28 MMSTB.

SKK Migas menetapkan asumsi harga minyak sepanjang produksi Blok Masela 65 dollar AS per barel. Dengan demikian, harga LNG berkisar 7,4 dollar AS per mmbtu dan gas pipa 6 dollar AS per mmbtu. Berdasarkan asumsi itu pemerintah akan mendapat 39 miliar dollar AS selama masa produksi pada 2027-2055.

Pendapatan itu tidak hanya diambil pemerintah pusat.
Pemerintah daerah dengan kepemilikan 10% participating interest (PI) juga akan mendapat hingga 3,7 miliar dollar AS selama masa produksi.

SKK Migas juga pernah memperkirakan ada tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) secara nasional sebesar 153,7 miliar AS dari berbagai industri yang terungkit (manfuktur, konstruksi, kelistrikan, jasa turunan migas, hotel, transportasi, pertanian & perikanan) dengan pengembangan Lapangan Abadi blok Masela. (OVI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here