DPR Setuju Cabut Subsidi Listrik

0

 

Jakarta, EnergiKita-Badan Anggaran DPR setuju alokasi subsidi untuk pelanggan listrik di kelompok penggunan 900Va dicabut. Pencabutan berlaku mulai Januari 2020.

“Keputusan di Senayan (DPR), dicabut,” kata Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan di sela Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-43 Tahun 2019 (IPA Convex 2019), Rabu (4/9/2019), di Jakarta.

Alasan utama pencabutan itu adalah Banggar DPR mempertanyakan alokasi subsidi. Sebagian penerima subsidi dinilai mampu dan karenanya dinilai tidak layak. DPR meminta subsidi tepat sasaran.

Pertanyaan dan permintaan itu menyusul usulan alokasi subsidi listrik senilai Rp 62,2 triliun yang diajukan pemerintah. Dengan pertanyaan dan permintaan DPR, subsidi berubah menjadi Rp 54,79 triliun. Dana itu akan dialirkan kepada 36,9 juta juta pelanggan tidak mampu. Mereka menggunakan listrik 450 Va dan 900Va.

Selain itu, pertanyaan DPR didasarkan pada selisih jumlah penerima subsidi dan penduduk miskin. BPS mencatat per Maret 2019 ada 25 juta penduduk miskin. Sementara jumlah penerima subsidi listrik mencapai 36,9 juta pelanggan.

Di kelompok pengguna 900Va, memang ada yang diverifikasi dan terbukti masuk golongan mampu dan tidak. Hasil verifikasi menunjukkan, 24,4 juta pengguna listrik tegangan 900Va masuk golongan masyarakat mampu. Mereka adalah sasaran pencabutan subsidi yang disetujui DPR.
Sementara 7,17 juta pengguna 900Va termasuk golongan tidak mampu. Mereka akan tetap mendapat subsidi. (TYO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here