Penetapan HPE September 2019 Dipengaruhi Fluktuasi Harga Tambang Internasional Oleh Warta Ekonomi Online

0

[ad_1]

Warta Ekonomi.co.id, JakartaFluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode September 2019. Dibandingkan dengan HPE periode Agustus 2019, sebagian besar komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2019, tanggal 26 Agustus 2019.
“HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk konsentrat tembaga, konsentrat timbal, konsentrat rutil, dan nikel yang mengalami kenaikan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana.
Baca Juga: Fluktuasi Harga Tambang Internasional Pengaruhi HPE Periode Mei 2019
Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.
Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).
Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan September 2019 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata USD 2.355,57/WE atau naik sebesar 1,81%; konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 835,67/WE atau naik sebesar 5,29%; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 942,56/WE atau naik sebesar 2,02%; dan nikel (Ni
Baca Juga: HPE 7 Produk Tambang Periode April 2019 Meningkat
Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata US$92,61/WE atau turun sebesar 10,05%; konsentrat besi laterit dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata US$47,32/WE atau turun sebesar 10,05%; konsentrat pasir besi (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$55,30/WE atau turun sebesar 10,05%; konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata US$584,58/WE atau turun sebesar 9,85%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata US$215,30/WE atau turun sebesar 0,67%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata US$23,77/WE atau turun sebesar 1,56%.
ementara itu, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$275,35/WE dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata US$117,98/WE tidak mengalami perubahan.
Menurut Wisnu, penetapan HPE periode September 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan
berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.
Penulis: ***
Editor: Kumairoh
Foto: Kapuas Prima Coal

[ad_2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here