Fokus Pasar: Sinyal Positif Pertemuan AS-Tiongkok

0

[ad_1]

JAKARTA, investor.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, Amerika akan mengalami pertumbuhan besar setelah menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok telah melakukan kerja sama yang baik untuk membangun komunikasi dengan Amerika.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Larry Kudlow menjelaskan bahwa panggilan telepon dengan negosiator Amerika dan Tiongkok telah positif dan berpotensi membuka pintu untuk kemajuan yang lebih baik menuju kesepakatan. Pertemuan telekonferensi telah dijadwalkan mulai dari minggu ini hingga sepuluh hari ke depan. “Jika pertemuan delegasi masing-masing negara berjalan dengan baik, tentu kami akan meminta Tiongkok untuk datang ke Amerika, dan bertemu dengan para pimpinan untuk melanjutkan negosiasi dan pembicaraan,” ujar Kudlow

Sementara itu Asisten Presiden, dan Direktur Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Amerika Peter Kent Navarro membantah bahwa Amerika telah melihat inverted yield, merupakan cikal bakal resesi, karena inverted yield merupakan salah satu indikator pasar untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah ke depannya.

Selain itu fokus pasar selanjutnya mengarah kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang akan berpidato pada Jumat nanti untuk mengumumkan kebijakan The Fed kedepannya. “Hal ini akan menjadi kunci bagaimana The Fed akan membuat keputusan pada pertemuan FOMC pada bulan September nanti,” ungkap Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya.

Sebagian besar para pelaku pasar dan investor memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga sebesar 25 bps sebagai bagian dari pemotongan lanjutan pada Juli lalu.

Dari dalam negeri nota keuangan yang telah disampaikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi sentimen bagi pasar modal. Pada tahun 2020, Pemerintah akan menyusun asumsi makro ekonomi sebagai berikut. Pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada di 5.3%, dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan dijaga rendah pada tingkat 3.1% untuk mendukung daya beli masyarakat. Kemudian nilai tukar diperkirakan akan berada di kisaran Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat. Tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan akan berada di 5.4%.

Selanjutnya harga minyak mentah diperkirakan akan berada di US$65 per barel. Kemudian, target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020 diasumsikan sebesar 734 ribu per barel, dan 1.19 juta barel setara minyak per hari.

Adapun pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu: memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.

Kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu: Pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population.

Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global. Dengan karakter kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun.

Adapun dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 triliun. Defisit Anggaran dari 2,59% terhadap PDB pada tahun 2015, menjadi sekitar 1,93% pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 diturunkan lagi menjadi 1,76%. Di sektor pariwisata, pada tahun 2020 pemerintah memprioritaskan pembangunan empat destinasi wisata secara lintas sektor dan terintegrasi. Destinasi pariwisata tersebut meliputi Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

[ad_2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here