Wapres Sebut Investasi Energi Terbarukan Mahal, Operasionalnya Murah

0

[ad_1]

VIVA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, pemerintah terus mendorong kebijakan energi terbarukan saat ini. Wapres mengkaitkan hal itu dengan kebersihan udara dan pengembangan mobil listrik.”Apalagi, kalau kita mengarah kepada suatu Jakarta ini dianggap suatu kota yang paling tidak bersih udaranya, itu sebagian besar karena mobil. Karena itulah, maka perlu mengembangkan mobil listrik,” kata JK di seminar Geopolitik Transformasi Energi, Jakarta Selatan, Rabu 31 Juli 2019.Dengan banyaknya mobil listrik ke depan, menurutnya, maka pasti akan ada kebutuhan energi listrik yang besar. Sehingga, perlu pembangkit listrik yang besar dan murah.

“Bayangkan sejuta saja, pada malam hari men-charge mobilnya, berapa megawatt dibutuhkan,” ujar JK.Wapres mengakui, investasi energi terbarukan akan mahal. Namun, dia meyakinkan biaya operasionalnya ke depan, justru akan lebih murah ketimbang pembangkit dengan energi fosil.

“Kita mengetahui memang investasi di bidang energi dari fosil itu paling murah. Tetapi, operasionalnya mahal. Renewable energy, investasinya mahal, tapi operasionalnya murah,” ucapnya.

JK juga yakin tarif listrik dari energi terbarukan akan cenderung lebih murah. Dia mencontohkan, tarif listrik dari pembangkit energi matahari di Timur Tengah yang semakin murah.”10 tahun lalu, harga daripada listrik matahari masih 30 sen per kwh. Sekarang 9-10 sen sudah bisa. Bahkan, di negara Tim Tengah, Dubai sekitarnya, Emirat, bisa tiga sen, karena matahari sepanjang hari dan keras sekali,” kata JK. (asp)

[ad_2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here