Mobil Listrik

Dominasi Mobil Listrik China Mendorong Persaingan Ketat di Pasar Indonesia

Dominasi Mobil Listrik China Mendorong Persaingan Ketat di Pasar Indonesia
Dominasi Mobil Listrik China Mendorong Persaingan Ketat di Pasar Indonesia

JAKARTA - Pasar mobil listrik Indonesia mencatat pertumbuhan pesat sepanjang 2025. 

Penjualan kendaraan listrik melonjak hingga lebih dari 140% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya minat konsumen beralih ke teknologi ramah lingkungan.

Faktor pendorong pertumbuhan meliputi insentif pemerintah, harga kompetitif, serta masuknya model-model baru dari produsen agresif. Konsumen kini memiliki banyak pilihan mulai dari mobil kompak hingga model premium. Tren ini menandakan percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

Data industri mencatat total distribusi mobil listrik mencapai 103.931 unit sepanjang 2025. Angka ini setara dengan lebih dari 12% dari total penjualan kendaraan nasional. Dominasi merek China semakin jelas dengan pangsa pasar terbesar di segmen ini.

Pencapaian BYD dan Model Terlaris

BYD muncul sebagai pemain dominan di pasar mobil listrik Indonesia. Total distribusi mencapai 30.670 unit, termasuk sub-brand premium Denza yang menyumbang 6.967 unit. Strategi BYD menyasar berbagai segmen, dari mobil kompak hingga MPV dan model premium.

Sorotan utama tertuju pada BYD Atto 1 yang langsung menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia. Meski baru didistribusikan pada kuartal terakhir 2025, penjualannya mencapai 22.582 unit. Kombinasi harga kompetitif, desain ringkas, dan fitur lengkap membuatnya diminati konsumen.

Posisi kedua ditempati BYD M6 dengan distribusi 10.862 unit. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih menyukai kendaraan berkapasitas besar meski beralih ke teknologi listrik. Sedangkan BYD Sealion 07 menempati posisi ketiga dengan penjualan 8.402 unit.

Penerimaan Pasar untuk Mobil Premium

Denza D9 berhasil mencatatkan penjualan 7.474 unit. Penerimaan pasar terhadap mobil listrik premium menunjukkan kesadaran konsumen akan kualitas dan fitur yang lengkap. Dominasi merek China terlihat jelas ketika delapan dari sepuluh model terlaris berasal dari Negeri Tirai Bambu.

VinFast asal Vietnam menempati posisi kelima dengan VF e34, sebanyak 5.974 unit terjual. Model ini banyak digunakan sebagai armada taksi, sehingga memperluas visibilitas kendaraan listrik di masyarakat. Kehadiran merek non-China menunjukkan pasar masih terbuka bagi pemain baru.

Chery J6 mencatat penjualan 5.810 unit, menawarkan SUV listrik bergaya boxy dan kemampuan off-road. Model ini menarik perhatian karena menghadirkan konsep berbeda di segmen kendaraan listrik. Wuling tetap menjaga eksistensinya melalui BinguoEV dan Air EV, masing-masing 4.213 unit dan 3.894 unit.

Merek Jepang Masih Tertinggal

Menariknya, merek Jepang tidak berhasil menembus daftar sepuluh besar. Toyota bZ4X, Honda e:N1, dan Mitsubishi L100EV hanya membukukan penjualan puluhan unit sepanjang tahun 2025. Hal ini memperlihatkan dominasi merek China dan Vietnam di pasar mobil listrik nasional.

Konsumen Indonesia lebih tertarik pada harga bersaing, fitur lengkap, dan model yang bervariasi. Ketertinggalan merek Jepang menjadi tantangan untuk meningkatkan penetrasi pasar. Tren ini menandakan bahwa strategi pemasaran dan adaptasi produk sangat menentukan keberhasilan di segmen kendaraan listrik.

Meskipun penjualan meningkat, produksi mobil listrik dalam negeri justru turun 4%. Total produksi nasional hanya 24.727 unit, sehingga sebagian besar distribusi masih mengandalkan impor kendaraan utuh atau CBU. Hal ini menunjukkan peluang bagi produsen lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Daftar Mobil Listrik Terlaris 2025

BYD Atto 1 memimpin dengan 22.582 unit terjual. Posisi kedua ditempati BYD M6 dengan 10.862 unit, disusul BYD Sealion 07 sebanyak 8.402 unit. Denza D9 menempati urutan keempat dengan 7.474 unit, memperlihatkan penerimaan pasar terhadap mobil listrik premium.

VinFast VF e34 berada di posisi kelima dengan 5.974 unit terjual, diikuti Chery J6 5.810 unit. Wuling BinguoEV dan Air EV masing-masing 4.213 unit dan 3.894 unit. VinFast VF5 menyusul 3.106 unit, sementara GAC Aion V menutup posisi sepuluh besar dengan 3.087 unit.

Dominasi merek China sangat terlihat dalam daftar ini, menandai era baru adopsi mobil listrik di Indonesia. Tren ini menunjukkan bahwa konsumen kini lebih terbuka pada inovasi, teknologi baru, dan efisiensi energi. Pasar mobil listrik diperkirakan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index