Petani Manfaatkan Informasi BMKG untuk Meningkatkan Hasil Panen Bawang

Senin, 19 Januari 2026 | 10:23:40 WIB
Petani Manfaatkan Informasi BMKG untuk Meningkatkan Hasil Panen Bawang

JAKARTA - Petani bawang putih di NTB semakin percaya diri menghadapi musim tanam. 

Dukungan informasi iklim dan teknologi modern menjadi kunci sukses mereka. BMKG bersama Kementerian Pertanian memfasilitasi inovasi pertanian presisi untuk meningkatkan produksi.

Implementasi Pertanian Cerdas Iklim

Sentra Benih Bawang Putih Nasional di Sembalun, Lombok memanfaatkan pertanian cerdas iklim. BMKG memasang Automatic Weather Station (AWS) untuk mendukung praktik budidaya berbasis data. Alat ini menyediakan informasi cuaca real-time bagi para petani.

Ekstensifikasi dan Intensifikasi Lahan

Strategi pengembangan bawang putih mencakup ekstensifikasi dan intensifikasi lahan. Ekstensifikasi menambah luas tanam sesuai kesesuaian agroklimat, sedangkan intensifikasi meningkatkan produktivitas. Pendekatan ini mengurangi risiko gagal panen melalui data iklim yang akurat.

Pemanfaatan Data AWS dan Prediksi Iklim

AWS menghasilkan data suhu, curah hujan, kelembapan, angin, dan penyinaran matahari. Informasi ini dipadukan dengan prediksi jangka menengah hingga panjang untuk optimalisasi penanaman. Petani dapat menentukan waktu tanam, prediksi serangan OPT, serta pengelolaan lahan lebih efisien.

Penyusunan Peta Kesesuaian Agroklimat

BMKG menyerahkan Peta Kesesuaian Agroklimat kepada BRMP Hortikultura. Peta ini menjadi dasar rekomendasi lahan potensial baru untuk budidaya bawang putih. Identifikasi tujuh kecamatan di NTB mendukung rencana ekstensifikasi dan pengurangan impor bawang putih.

Kepercayaan Diri Petani dan Standar Operasional

Keberadaan informasi cuaca dan peta agroklimat memberi kepercayaan baru bagi petani. Penanaman bawang putih off-season dapat dilakukan dengan bimbingan data klimatologi. BRMP menargetkan penggunaan data AWS sebagai dasar SOP budidaya presisi yang adaptif dan berkelanjutan.

Pemasangan AWS di Sembalun juga menjadi simbol kolaborasi antara BMKG, Kementerian Pertanian, dan kelompok tani. Alat ini memperkuat praktik pertanian modern dengan pengawasan berkelanjutan. Petani lebih optimis menghasilkan bawang putih berkualitas tinggi.

Pemanfaatan informasi iklim ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga efisiensi pengelolaan lahan. Prediksi cuaca membantu mengurangi risiko gagal panen akibat kondisi ekstrem. Praktik ini menjadikan pertanian bawang putih lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan. Data klimatologi dan peta kesesuaian lahan mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Hasilnya, produktivitas bawang putih meningkat dengan kualitas yang lebih baik.

Inovasi ini juga menjadi contoh pertanian presisi yang bisa diterapkan di komoditas lain. Pemanfaatan teknologi dan data ilmiah memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional. Para petani lebih siap menghadapi tantangan iklim dan permintaan pasar.

Peningkatan kapasitas petani melalui akses informasi iklim modern juga menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Penerapan AWS dan peta agroklimat membantu mengurangi ketergantungan pada impor bawang putih. Upaya ini mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2027.

Para pemangku kepentingan optimistis kolaborasi ini akan membawa perubahan positif. Petani memiliki alat dan informasi untuk meningkatkan hasil produksi secara konsisten. Langkah ini juga menjadi wujud nyata implementasi pertanian cerdas iklim di lapangan.

Kegiatan peresmian AWS dan penyerahan peta agroklimat turut dihadiri pejabat Kementerian Pertanian dan instansi terkait. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh pemerintah terhadap program pertanian modern. Hal ini diharapkan mempercepat tercapainya swasembada bawang putih nasional.

Dengan integrasi teknologi, data iklim, dan lahan yang sesuai, petani kini lebih siap. Budidaya bawang putih menjadi lebih presisi dan berkelanjutan. Produksi meningkat, kualitas terjaga, dan swasembada pangan semakin mendekati kenyataan.

Terkini