Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:01:33 WIB
Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026

JAKARTA - Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), dikabarkan tengah membuka opsi untuk mendatangkan mitra strategis melalui penjualan sebagian saham perseroan. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan membawa SIDO ke level yang lebih tinggi.

Komisaris Sido Muncul, Venancia Sri Indrijati Wijono, menegaskan bahwa perseroan saat ini masih fokus pada peningkatan kinerja. “Tujuannya untuk membawa bisnis SIDO ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya dikutip Rabu, 14 Januari 2026.

Perusahaan obat herbal terbesar di Indonesia ini dimiliki oleh keluarga Hidayat. Melalui PT Hotel Candi Baru, keluarga Hidayat menguasai sekitar 78% saham SIDO, menjadikannya pengendali utama.

Potensi Masuk Investor Strategis

Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui rencana ini, keluarga Hidayat tengah melakukan negosiasi dengan pihak perbankan. Transaksi tersebut diperkirakan dapat menilai Sido Muncul sekitar US$1 miliar.

Venancia menambahkan, beberapa investor potensial tengah dieksplorasi, tetapi hingga saat ini belum ada keputusan konkret. Dia menekankan bahwa SIDO tidak terburu-buru dalam menempuh opsi penjualan saham.

“Fokus saat ini tetap pada penguatan kinerja perseroan,” ujar Venancia. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan lebih mengutamakan pertumbuhan berkelanjutan daripada transaksi cepat.

Sejak tahun 2024, perusahaan ekuitas swasta Affinity Equity Partners menjual sisa sahamnya sebesar 17,1% kepada keluarga Hidayat. Kesepakatan tersebut senilai US$233 juta, memperkuat kendali keluarga atas perseroan.

Di lantai bursa, saham SIDO tercatat berada di level Rp545 pada Kamis, 15 Januari 2026 pagi. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp16,2 triliun, menegaskan posisi SIDO sebagai pemain utama industri jamu dan farmasi di Indonesia.

Strategi Bisnis dan Diversifikasi

Rencana mendatangkan investor strategis sejalan dengan upaya SIDO memperluas jangkauan pasar dan inovasi produk. Perusahaan ingin memanfaatkan modal tambahan untuk memperkuat penetrasi pasar domestik dan ekspansi internasional.

SIDO dikenal memiliki portofolio produk jamu dan farmasi yang kuat, termasuk merek Tolak Angin. Keunggulan ini menjadi modal perseroan untuk menarik minat investor yang ingin masuk ke pasar kesehatan herbal terbesar di Asia Tenggara.

Meskipun opsi divestasi saham tengah dipertimbangkan, manajemen tetap berhati-hati. Mereka memastikan bahwa keputusan strategis ini tidak mengganggu operasi bisnis yang sudah mapan.

“Tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil sampai sekarang,” tegas Venancia. Hal ini menunjukkan pendekatan konservatif keluarga Hidayat dalam mengelola perusahaan.

Analisis pasar menyebutkan bahwa langkah membawa mitra strategis dapat memperkuat posisi SIDO menghadapi kompetisi industri jamu dan farmasi. Modal segar dapat dimanfaatkan untuk memperluas kapasitas produksi dan inovasi produk.

Prospek Pasar dan Nilai Perusahaan

Sido Muncul memiliki posisi strategis dalam industri jamu dengan jaringan distribusi luas di seluruh Indonesia. Perusahaan juga mulai menembus pasar ekspor dengan produk unggulannya, terutama Tolak Angin.

Penjualan saham kepada investor strategis diharapkan memberi nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu, strategi ini dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar modal dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Keluarga Hidayat, sebagai pengendali utama, tetap memastikan bahwa visi perusahaan tidak berubah. Fokus tetap pada kualitas produk, inovasi, dan memperluas pangsa pasar.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatat kapitalisasi pasar SIDO sebesar Rp16,2 triliun. Hal ini menunjukkan daya tarik saham perseroan bagi investor lokal maupun asing.

Langkah membuka opsi penjualan saham juga memperlihatkan kesiapan manajemen SIDO menghadapi tantangan industri. Perseroan ingin memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat posisi kompetitif.

Dengan mempertimbangkan investor strategis, SIDO dapat memanfaatkan modal tambahan untuk investasi teknologi dan inovasi produk. Hal ini sejalan dengan tren industri farmasi dan jamu yang semakin kompetitif.

Keputusan untuk mendatangkan investor akan dilakukan secara hati-hati. Manajemen berkomitmen agar opsi ini tidak mengganggu stabilitas perusahaan dan tetap mendukung pertumbuhan organik.

Langkah ini menunjukkan fleksibilitas manajemen dalam menghadapi dinamika pasar. SIDO siap menyeimbangkan kebutuhan modal dengan keberlanjutan operasional dan pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, saham SIDO yang stabil di atas Rp500 per lembar menandakan kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan. Investor yang masuk nantinya diharapkan membawa sinergi strategis dan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan strategi ini, SIDO berupaya membawa bisnis jamu dan farmasinya ke level global. Transformasi melalui kemitraan strategis akan membuka peluang inovasi, ekspansi pasar, dan peningkatan nilai perusahaan.

Langkah hati-hati keluarga Hidayat menunjukkan pendekatan manajemen yang matang. Mereka menyeimbangkan pertumbuhan jangka panjang dengan stabilitas dan kontrol keluarga.

Ke depannya, strategi membuka opsi saham ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas finansial SIDO. Dana yang masuk akan digunakan untuk inovasi, pengembangan produk, dan ekspansi ke pasar baru.

Dengan fondasi kuat dan rencana strategis matang, SIDO tetap menjadi pemain utama industri jamu di Indonesia. Transformasi melalui kemitraan strategis menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Terkini